Selasa, 12 Maret 2013

Pidato KH Hasyim Muzadi yang Menghebohkan Dunia

Foto: Inilah Isi Pidato KH Hasyim Muzadi yang Menghebohkan Dunia

Baru-baru ini beredar pidato menghebohkan dari mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi melalui pesan berantai BlackBerry Messenger (BBM) dan media sosial.

Bagi umat Muslim yang komitmen dengan syariat Islam, pidato Hasyim Muzadi itu adalah pidato yang brilian dan patut mendapat acungan jempol. Namun, bagi kalangan liberal dan pihak-pihak yang “memusuhi” Islam, pidato itu dianggap “radikal.”

Seperti apa pidato yang menghebohkan itu? Berikut isi pidato Hasyim Muzadi yang juga Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) dan Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) tentang tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh Sidang PBB di Jeneva :

"Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia.

Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah AHMADIYAH, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam.

Kalau yang jadi ukuran adalah GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali ke sana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia untuk kepentingan lain daripada masalahnya selesai.

Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adalah lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu melakukan mediasi.

Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI, bangsa mana yang ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan Intelektualisme Kosong ?

Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua kenapa TNI / Polri / Imam Masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM? Indonesia lebih baik toleransinya dari Swiss yang sampai sekarang tidak memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan Jilbab, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia, yang tidak menghormati agama, karena di sana ada UU Perkawiman Sejenis. Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis ?!

Akhirnya kembali kepada bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana yang sekedar Weternisme". [JJ/Trb/yi]




Baru-baru ini beredar pidato menghebohkan dari mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi melalui pesan berantai BlackBerry Messenger (BBM) dan media sosial.

Bagi umat Muslim yang komitmen dengan syariat Islam, pidato Hasyim Muzadi itu adalah pidato yang brilian dan patut mendapat acungan jempol. Namun, bagi kalangan liberal dan pihak-pihak yang “memusuhi” Islam, pidato itu dianggap “radikal.”

Seperti apa pidato yang menghebohkan itu? Berikut isi pidato Hasyim Muzadi yang juga Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) dan Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) tentang tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh Sidang PBB di Jeneva :

"Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia.

Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah AHMADIYAH, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam.

Kalau yang jadi ukuran adalah GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali ke sana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia untuk kepentingan lain daripada masalahnya selesai.

Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adalah lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu melakukan mediasi.

Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI, bangsa mana yang ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan Intelektualisme Kosong ?

Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua kenapa TNI / Polri / Imam Masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM? Indonesia lebih baik toleransinya dari Swiss yang sampai sekarang tidak memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan Jilbab, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia, yang tidak menghormati agama, karena di sana ada UU Perkawiman Sejenis. Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis ?!

Akhirnya kembali kepada bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana yang sekedar Weternisme".
 

Orang Dalam KPK Dan Tempo Bermain Dalam Kasus PKS! Ini Buktinya:



Belajar Mengamati PKS Dari Jurnalis Independen
Ini adalah analisis sederhana tentang pks paska kasus LHI:

1. Banyak pengamat menyebut PKS terjun bebas paska kasus LHI.

2. Bahkan akan tak lolos electoral threshold paska pemilu 2014.

3. Dalil yg digunakan terakhir adalah hasil survei syaiful mujani dan sukardi.

4. Apa betul begitu? Saya sangat sangat tidak yakin.

saya bukan kader, walau câra pandang partai ini dlm membangun keluarga dan masyarakat saya coba ikuti.

5. Banyak hal yg perlu dikritisi dari fenomena yg terjadi 4 tahun terakhir.

6. Mulai dari isu korupsi sampai survei2 maraton yg endingnya satu.

7. Kisaran waktu yg kita amati adalah setahun jelang pemilu 2009 - sekarang.

8. Ini bukn amatan khusus utk PKS tapi seorang jurnalis independen.

9. Mari kita lihat jelang pileg 2009. KPK gencar kejar koruptor di parpol.

10. Satu2nya parpol belum tersentuh saat itu adl PKS.

11. Muncul opini tak sengaja: PKS satu2nya partai bersih tersisa.

12. Ada ketakutan dari kelompok tertentu. PKS harus dihalangi jadi pilihan voters.

13. Intinya, PKS jgn dibiarkan mengambil keuntungan dr kerja KPK.

14. Saat pemilu mepet, tiba2 muncul isu soal kader pks rama pratama.

15. Rama disebut terlibat kasus korupsi. Isu ini dilemparkan ke pers.

16. Ada orang dlm KPK yg belakangan diketahui ternyata memanipulasi fakta.

17. Bekerja sama dgn media tertentu, termasuk tempo. Disokong orang2 sby. Apa
SBY tahu? Entahlah.

18. Seperti kita ketahui, isu rama berakhir begitu saja setelah pemilu 2009 kelar.

19. Seperti kita tahu, PD lalu menang pemilu walau banyak kadernya disikat KPK. Bukti masyarakat kita pelupa.

20. Ini bukti pertama isu Rama yg dimainkan tempo sekedar penjegal PKS.

21. Mengapa PKS jadi sasaran? Ada banyak sebab.

22. Banyaknya kasus gratifikasi era DPR 2004-2009 terungkap krn ulah PKS.

23. Tanya Antasari, siapa pelapor terbanyak gratifikasi di voting2 DPR. PKS.

24. Saya pernah bicara dgn kader PDIP, Joko Condro. Ia juga bilang PKS.

25. Joko juga bilang PKS lah banyak hambat patgulipat di DPR era itu.

26. Jadi logis serangan ke PKS jelang 2009; kepentingan pemilu dan dendam koruptor.

27. Setelah pemlu 2009, situasi tetap tak menguntungkan PKS.

28. Serangan media tempo cs makin massif. Faktor penyebabnya bertambah.

29. Selain konflik idiologi PKS-utan kayu (GM-JIL), juga Century.

30. GM dan Ulil yg masuk PD adalah satu kelompok.

31. Sedangkan Century karena PKS ngotot bongkar kasus itu.

32. Padahal dana Century tak hanya mengalir ke PD tapi diduga juga ke media. Tempo jugakah?

33. Dugaan ada juga aliran ke Tempo berawal dr adanya info. pimpinannya saat itu terlibat Century.

34. Sebab ia yg pertemukan R Tantular dan Sri M dgn Ny Ani di Washington.

35. Ini skandal yg diam2 kabanya banyảk diketahui kalangan pers. Tapi pura2 tuli.

Saya berprasangka positif aja semoga info itu salah.

37. Tapi berita2 tempo yg cenderung menyerang pansus century, tetap timbulkan tanya.

38. Perang Tempo-PKS berlanjut sampai munculnya dokumen di kementan.

39. Dokumen itu dibuat mantan dirjen yg dipecat suswono. Ditebar ke pers via pos.

40. Menggunakan berbagai nama samaran sebagai pengirim.

41. Urusan kebenaran dokumen kita lihat hasil penyidikan KPK.

42. Termasuk kita tunggu sidang kasus LHI. Juga apakah KPK punya CDR berisi perintah LHI ke AF ambil suap.

43. Kembali ke pertanyaan, apakah PKS akan mengalami turbulensi paska kasus LHI.

44. Secara internal, kasus LHI tak banyak pengaruh. Kader PKS setahu saya tak
melihat figur.

45. sebagai orang luar, saya lihat mereka bekerja seperti terprogram. Presiden PKS hanya seperti imam dlm sholat.

46. Makmum dalam sholat jamaah, meski mengikuti makmum, tapi hati dan pikiran ke Sang Pencipta.

47. Jika imam ada halangan, ada ada makmum di sekitar imam yg maju menggantikan imam.

48. Begitu juga kader PKS. Walau mengikuti pimpinannya, kader bekerja utk Sang Pencipta.

49. Begitu pimpinannya tak lagi bisa meneruskan kepemimpinan, muncul pimpinan baru.

50. Suka atau tidak, PKS lah satu2nya partai pergantian pimpinannya jauh dari gejolak.

51. Apa karena faktor idiologi? Bisa jadi. Ikatan idiologi biâsanya lebih kuat dan menjadi pemersátu.

52. Bagi sebagian orang mungkin klise, tapi itulah roh penting politik yg terlupakan dalam praktik politik saat ini.

53. Sampai disini PKS mestinya dipandang adalah upaya sekelompok manusia membawa nilai2 agamanya dlm praktik politik.

54. Sebuah upaya yg semestinya dihargai karena bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

55. Jika dlm perjalanannya ada penyimpangan prilaku kader mereka, itu bukan alasan menghakimi PKS.

56. Dengan menghakimi PKS sbg partai munafik, bertopeng agama dan istilah negatif lainnya.

57. Bagaimanapun kader2 PKS manusia juga, dalam perjalanannya bisa tergoda hingga keluar dr tujuan awal.

58. Seperti sholat, suatu ketika sang imam atau makmum juga bisa batal wudhunya karena kentut misalnya.

59. Proses PKS mengganti pimpinannya saat LHI jadi tsk KPK adalah wujud sikap hati2 dan prasangka positif mereka.

60. Berprasangka positif terhadap teman seperjuangan mereka LHI, sekaligus juga pada KPK.

61. Sekarang pertanyaannya, bagaimana dampak perolehan suara PKS paska kasus LHI.

62. Sebagaimana kita ketahui, peroleh suara parpol seperti PKS adalah suara kader dan simpatisan.

63. Seperti kita uraikan tadi, suara kader tetap akan mengalir PKS. Lalu bagaimana suara simpatisan.

64. Seperti hasil2 survei, simpatisan PKS umumnya profesional/kelompok menengah Islam.

65. Lalu kemana bandul pilihan mereka 2014, tetap di PKS atau tidak, tergantung alasan mereka pada 2009 memilih PKS.

65. Jika alasan mereka karena jenuh dgn parpol berkubang korupsi, pilihan mereka hanya dua.

66. Tetap pilih PKS atau Golput. Pilih partai lain jelas tak mungkin, sebab korupsinya lebih akut.

67. Ini tergantung ujung kasus LHI dan bagaimana penyikapan PKS dlm mengelola dampak kasus LHI.

68. Seperti kita jelaskan diawal, PKS masih sedang menghadapi badai politi. Kasus LHI adalah contohnya.

69. Dari sejumlah analisa, kasus LHI ini kesimpulannya sama, politis. Tujuannya menghancurkan PKS.

70. Meski terlihat sifat konspiratifnya, PKS tak mungkin melawan dgn isu tsb pada KPK.

71. Sebab KPK sudah kadung tercitrakan sbg musuh koruptor, meski dlm sejumlah kasus malah jadi sumber korupsi.

72. Sehingga siapapun yang melawan KPK yg dianggap 'musuh koruptor' akan dianggap koruptor.

73. Larangan aleg dan elit membicarakan kasus LHI sudah tepat dan cerdik.

74. Sebab bila aleg dan pengurus PKS bicara kasus LHI tak ada guna. Malah kontraproduktif.

75. Akan mudah dituding prokoruptor dan akhirnya publik teralihkan perhatian dari subtansi kasus LHI yg janggal.

76. Pilihan PKS melawan konspirasi menghancurkan partai lewat KPK adalah dgn cara khas pergerakan.

77. Buka pelan2 kejanggalan penangan kasus oleh KPK dlm forum2 ilmiah.

78. Perkembangan kasus Anas dan sprindik KPK scr tak langsung untungkan PKS. KPK bisa juga jadi alat politik.

79. Simpatisan pun dapat penjelasan masuk akal soal adanya konspirasi menghancurkan PKS.

80. Bila ini dilakukan, PKS bisa mempertahankan suara seperti Pemilu 2009. Walau terus diserang media konvensional.

Oleh: @DangTuangku

Sabtu, 02 Maret 2013

Sudah Tahukah Anda ? 12 Golongan Orang Yang Didoakan Malaikat


1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci." (HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.

"Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya: Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia." (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan." (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf." (Para Imam, yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan 'aamiin' ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.

"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu." (HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

"Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat di mana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata: Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia." (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan shalat Shubuh dan 'Ashar secara berjama'ah.

"Para malaikat berkumpul pada saat shalat Shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'Ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'Ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?, mereka menjawab: Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat." (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan." (HR. Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.

"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit." (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa) kepada orang-orang yang sedang makan sahur. Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa sunnah." (HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya, kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga Shubuh." (HR. Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain." (HR. Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

SEKILAS TENTANG WANITA DI BALIK IMAM HASAN AL BANNA



Sejak mengenal nama Hasan Al Banna, hanya sedikit yang kita ketahui
bagaimana kehidupan rumah tangganya, siapa istrinya? siapa anaknya? hanya sedikit kita yang mengetahuinya... dan ternyata beginilah ceritanya....
Adalah Lathifah As Suri perempuan itu. Ia berdiri disamping Imam Syahid Al Banna. Sejak awal Imam Syahid telah menegaskan bahwa ia butuh seorang muslimah yang kokoh, yang tak lekang dan surut oleh banyaknya halangan dan rintangan dalam berdakwah. Perjuangan Imam Syahid bukanlah suatu hal yang main-main, bukan hanya sekedar dakwah seperti kebanyakan orang waktu itu. Bukan hanya sekedar membangun rumah kardus. Imam syahid tengah dan hendak membangun sebuah peradaban. Dan ia percaya, peradaban tak akan pernah terwujud, tanpa seseorang yang ia yakini kesejatiannya.

Maka siapapun itu-pendampingnya-harus menyadari bahwa dipundaknya ada amanah yang sama besarnya dengan yang di emban oleh Imam Syahid. Ada dimensi waktu dan kuasa kapital disitu. Maka pertemuan diyakini menjadi suatu hal yang mahal bagi Imam Syahid dan istrinya.

Maka bagi Lathifah As Suri menjadi istri Hasan Al Banna menyimpan begitu banyak geregap. Sejak awal pernikahan, Lathifah sudah menyadari bahwa ia harus siap jika sewaktu-waktu dia harus menjalani hidup sendiri tanpa seseorang, tempat berlabuh hidup dan cintanya.

Dakwah Ikhwah yang dipimpin oleh suaminya banyak meminta resiko yang bukan main-main. Penjara bahkan nyawa menjadi konsekuensi logis, yang sewaktu-waktu siap menyapanya.

Tanpa diminta, Lathifah sudah tahu dan mengerti bagaimana ia harus menempatkan dirinya. Ia memutuskan menutup seluruh aktivitas luarnya. Hanya satu yang ia curahkan, jihad utamanya adalah dilingkup rumahnya sendiri. Mengurus rumah tangga dan membesarkan anak-anak mereka berdua adalah dua hal yang tidak kalah pentingnya dengan yang dilakukan oleh Hasan Al Banna.
Sebelum menikah dengan Hasan Al Banna, Lathifah berasal dari keluarga yang taat beragama. Hingga tak heran jika ia menyadari betul tuntutan hidup menjadi istri seorang dai.

Malam, ia harus rela untuk terbangun menyambut kepulangan suaminya. Walau tak jarang Imam Syahid berlaku sangat hati-hati, bahkan hanya untuk membuka pintu rumahnya sekalipun. Jauh dilubuk hatinya, Imam Syahid tidak ingin mengganggu tidur bidadari terkasihnya yang telah seharian mengurus rumah dan anak-anak mereka berdua. Imam Syahid bahkan tak segan untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri.

Lathifah tidak pernah mengeluh, walau sehari-harinya hanya ia habiskan seputar rumah dan rumah saja. Ia tidak pernah menuntut lebih kepada Imam Syahid. Padahal, Lathifah pun -berlepas diri dari ia seorang istri Imam Syahid- menyimpan banyak potensi. Anak-anak mereka yang berjumlah enam orang sesungguhnya adalah pencurahan konsentrasinya menjalani hidup. Satu-satunya yang pernah membuat dirinya gamang adalah, ketika salah satu anak mereka sakit keras dan Imam Syahid harus tetap menjalankan jihadnya. Ia bertanya kepada suaminya,"Bagaimana jika ia meninggal?". Imam Syahid hanya menarik napas panjang, ia kemudian berujar "Kakeknya lebih tau bagaimana mengurusnya."

Sejak dini, Lathifah menanamkan wawasan keislaman kepada anak-anaknya. Mendorong mereka untuk membaca, sehingga dalam hidupnya mereka tidak terpengaruh dengan seruan-seruan destruktif. Ketika Imam Syahid bolak-balik keluar penjara, Lathifah berusaha bersabar dan komitmen.rnLathifah sangat menyadari peran dan kewajiban asasi seorang wanita sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya. Ia kosongkan waktunya untuk mendidik anak2nya. Ia bahagia melihat anak-anaknya sukses dalam hal akhlak dan amal. Ini tak mungkin terjadi jika seorang ibu sibuk di luar rumah. Seorang anak tidak mungkin belajar tentang akhlak dan amal dari orang selain ibunya.rnKetika Hasan Al-Banna syahid, anak-anaknya belumlah dewasa. Lathifah tidak lantas menyerah. Tak ada kesah ataupun ketakutan dalam hatinya. Ia sangat memelihara apa yang dikehendaki oleh mendiang suaminya. Ia tetap berlaku didalam rumah. Lathifah tidahk meremehkan hudud (batasan) yang Allah tentukan.

Karenanya, tak heran diantara anak-anaknya tidak ada ikhtilat (percampuran) antara anak-anaknya dan sepupunya yang berlainan jenis.rnTidak ada yang berubah dirumah itu, apa yang Imam Syahid inginkan berlaku dikeluarganya masih tetap di pegang teguh oleh Lathifah. Sendirian, ia besarkan keenam anaknya. Dirumahnya kini ia mempunyai tugas tambahan, yaitu memperdalam wawasan keislamannya.Yang dimaksud dengan wawasan keislamannya adalah membaca Al-Quran dengan tafsirnya, mempelajari Sunnah Rasulullah SAW, haditsnya dilanjutkan dengan usaha kuat untuk menerapkannya. LAthifah juga masih menyempatkan diri mempelajari sejarah para salafussalih dan berita seputar dunia Islam. Lathifah menyadari menyepelekan masalah ini akan memunculkan persoalan serius. Seorang yang tidak menambah pengetahuan keislamannya, akan merasa sulit untuk bangga dengan keagungan dan kebesaran Islam. Dengan melalui pemahaman keislaman yang baik, seorang wanita akan menyadari betapa penting perannya terhadap keluarga dan masyarakat."

Perjuangan Lathifah membuahkan hasil yang gemilang. Semua anaknya sukses meraih predikat formal dalam pendidikan ilmiah. Yang sulung, bernama Wafa-menjadi istri Dr.Said Ramadhan. Kedua Ahmad Saiful Islam, kini sebagai sekjen advokat di Mesir. Ia juga pernah duduk di parlemen. Ketiga bernama Tsana, kini sebagai dosen di Universitas Kairo. Kelima Roja, kini menjadi dokter. Dan Halah sebagai dosen kedokteran anak di Universitas Azhar. Dan terakhir, Istisyhad sebagai doktor ekonomi Islam. Semuanya itu sebagai bukti, betapa berartinya sosok Ibu bagi keberhasilan dakwah sang suami. Selain juga untuk anak-anaknya

sekedar informasi tambahan : Hasan Al Banna syahid diusianya yang masih muda, sekitar 40 tahunan. Setelah seberondong timah panas ditembakkan oleh musuh-musuh Islam di sebuah jalan di Kairo.rnSebenarnya Hasan Al Banna masih bisa diselamatkan, tapi karena konspirasi politik para musuh Islam yang dipimpin oleh sang pengkhianat la'natullah Gamal Abden Naser, membuat tubuh Hasan Al Banna yang sedang sekarat dibiarkan tak berdaya, tanpa bantuan dari siapapun juga, termasuk dokter-dokter di Rumah Sakit.
Akhirnya sang pendiri Ikhwanul Muslimun itu pun syahid menemui kekasih tercintanya, Rabbnya.

Musuh-musuh Islam pun banyak yang tertawa dan berpesta dengan syahidnya sang Imam, tapi sesungguhnya Hasan Al Banna tidak pernah pergi meninggalkan pengikutnya.rnAllah terlalu mencintai hamba-Nya yang satu ini, sehingga memanggilnya terlebih dahulu.rnHal yang memilukan adalah, meskipun Ikhwanul Muslimun mempunyai puluhan ribu pengikut, tapi tak seorangpun yang diijinkan untuk mensholati jenazah beliau, kecuali ayahnya yang sudah udzur, saudara perempuan dan istrinya."

Subhanallah...

Sudah Tahukah Anda ? 13 Perkara yang perlu dijaga oleh wanita.


1. Bulu kening – Menurut imam Bukhari, Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening. (Petikan dari Hadits Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari.)

2. Kaki dan semacam hantu loceng – Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan – (Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.) Keterangan : Menampakkan kaki dan menghayunkan/ melenggokkan badan mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka yang mengikatnya dengan loceng… sama juga seperti pelacur dizaman jahiliyah…

3. Wangian – Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zinanya terutamanya hidung yang berserombong. (Petikan dari Hadits Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban.)

4. Dada – Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi bahagian hadapan dada-dada mereka. (Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.

)5. Gigi – Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya – (Petikan dari Hadits Riwayat At-Thabrani) Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah. (Petikan dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim.)

6. Muka dan leher – Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasan mu seperti orang jahilliah yang dahulu. Keterangan : Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.

7. Pakaian yang nipis (jarang) – Asma Binte Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja. (Petikan dari Hadits Riwayat Muslim dan Bukhari.)

8. Tangan – Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya. (Petikan dari Hadits Riwayat At-Tabrani dan Baihaqi.)

9. Mata – Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya.­ (Petikan dari Surah An Nur Ayat 31) Sabda Nabi Muhamad SAW, jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama sahaja manakala pandangan seterusnya tidak dibenarkan hukumnya haram. (Petikan dari Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi.)

10. Mulut (suara) – Janganlah perempuan-perem­puan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perka­taan yang baik (Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 32.) Sabda SAW, Sesungguhnya akan ada umat ku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, yaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi. (Petikan dari Hadits Riwayat Ibn Majah.)

11. Kemaluan – Dan katakanlah kepada perempuan-perem­puan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. (Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.) Apabila seorang perempuan itu shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam Surga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya. (Hadits Riwayat Riwayat Al Bazzar.) Tiada seorang perempuanpun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah. (Petikan dari Hadits Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.)

12. Pakaian – Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebiha­n terutama yang menjolok mata, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti. (Petikan dari Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibn Majah.) Petikan dari Surah Al-Ahzab Ayat 59. Bermaksud : Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu­, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Sesungguhnya sebilangan ahli Neraka ialah perempuan-perem­puan yang berpakaian, tetapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. (Petikan dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim) Keterangan : Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/­membentuk dan berbelah/­membuka bahagian-bahagi­an tertentu.

13. Rambut – Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perem­puan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya. (Petikan dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim.) Riwayat Imran bin Hushain ra. : Bahwa Rasulullah saw. bersabda : Sesungguhnya penghuni syurga yang paling sedikit adalah kaum wanita. (Shahih Muslim No. 4921)

Follow twitter: @kutipanhikmah

Ikhwah Gaul yang Menggebrak ibukota

Foto: Ikhwah Gaul Menggebrak Ibukota


Ikhwah Gaul kembali melakukan gebrakan. Organisasi yang biasa disebut IG ini memutuskan untuk memindahkan kepengurusan pusat ke wilayah Jabodetabek, dari sebelumnya berpusat di Magetan. Dalam rapat pengurus yang diadakan selama 4 hari (6-9 Februari 2013) di Depok, disepakati untuk membubarkan kepengurusan Ikhwah Gaul di Magetan dan membentuk kepengurusan baru yang nantinya akan bermarkas di Depok.

“Pemindahan pusat kepengurusan ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh Ikhwah Gaul. Karena sebagian besar member aktif Ikhwah Gaul tercatat berdomisili di wilayah Jabodetabek.”, jelas pendiri Ikhwah Gaul, Sa’id Rosyadi (9/2).

   “Selain itu, dengan banyaknya organisasi islam di wilayah Jabodetabek juga bisa membuka peluang besar bagi Ikhwah Gaul untuk melakukan sinergi dengan organisasi-organisasi tersebut.”, lanjut Sa’id.

Ketua Ikhwah Gaul yang baru terpilih, Fadli Rahman menjelaskan program jangka pendek Ikhwah Gaul di ‘rumah’ barunya, “Saat ini kita mau fokus dulu untuk menguatkan semangat dan komitmen teman-teman. Juga memahamkan tujuan dan cita-cita Ikhwah Gaul melalui pertemuan-pertemuan internal pengurus. Do’akan semoga kami bisa istiqomah.”

Fadli melanjutkan, “Kami juga akan melakukan sosialisasi terkait keberadaan organisasi ini di wilayah Jabodetabek. Dan Insya Allah fokus kami nanti adalah pembinaan, sesuai dengan namanya, Lembaga Pembinaan Generasi Muslim (LPGM) Ikhwah Gaul.”

Ditanya mengenai pembinaan seperti apa yang nanti akan dilakukan oleh Ikhwah Gaul, Fadli menjelaskan bahwa IG nantinya akan fokus ke pembinaan hafalan Quran.

“Kami sangat prihatin melihat banyaknya pemuda sekarang yang jauh dari Al Quran. Padahal pemuda adalah harapan masa depan ummat. Bahkan masih banyak aktivis dakwah yang belum punya hafalan, walaupun juz ‘amma (juz 30 -red).”

Ikhwah Gaul didirikan pada tahun 2009. Berawal dari sebuah grup di Facebook, kini Ikhwah Gaul mencoba memasuki arena Fastabiqul Khairat dakwah di bumi Indonesia dengan gebrakan dakwah kreatif yang memakai slogan ‘Karena Dakwah Tidak Harus Dengan Peci dan Baju Koko’.

Kita tunggu kontribusi nyata dari teman-teman Ikhwah Gaul. Selamat berjuang!
Kunjungi website resmi Ikhwah Gaul: www.ikhwahgaul.com



Ikhwah Gaul kembali melakukan gebrakan. Organisasi yang biasa disebut IG ini memutuskan untuk memindahkan kepengurusan pusat ke wilayah Jabodetabek, dari sebelumnya berpusat di Magetan. Dalam rapat pengurus yang diadakan selama 4 hari (6-9 Februari 2013) di Depok, disepakati untuk membubarkan kepengurusan Ikhwah Gaul di Magetan dan membentuk kepengurusan baru yang nantinya akan bermarkas di Depok.

“Pemindahan pusat kepengurusan ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh Ikhwah Gaul. Karena sebagian besar member aktif Ikhwah Gaul tercatat berdomisili di wilayah Jabodetabek.”, jelas pendiri Ikhwah Gaul, Sa’id Rosyadi (9/2).

“Selain itu, dengan banyaknya organisasi islam di wilayah Jabodetabek juga bisa membuka peluang besar bagi Ikhwah Gaul untuk melakukan sinergi dengan organisasi-organisasi tersebut.”, lanjut Sa’id.

Ketua Ikhwah Gaul yang baru terpilih, Fadli Rahman menjelaskan program jangka pendek Ikhwah Gaul di ‘rumah’ barunya, “Saat ini kita mau fokus dulu untuk menguatkan semangat dan komitmen teman-teman. Juga memahamkan tujuan dan cita-cita Ikhwah Gaul melalui pertemuan-pertemuan internal pengurus. Do’akan semoga kami bisa istiqomah.”

Fadli melanjutkan, “Kami juga akan melakukan sosialisasi terkait keberadaan organisasi ini di wilayah Jabodetabek. Dan Insya Allah fokus kami nanti adalah pembinaan, sesuai dengan namanya, Lembaga Pembinaan Generasi Muslim (LPGM) Ikhwah Gaul.”

Ditanya mengenai pembinaan seperti apa yang nanti akan dilakukan oleh Ikhwah Gaul, Fadli menjelaskan bahwa IG nantinya akan fokus ke pembinaan hafalan Quran.

“Kami sangat prihatin melihat banyaknya pemuda sekarang yang jauh dari Al Quran. Padahal pemuda adalah harapan masa depan ummat. Bahkan masih banyak aktivis dakwah yang belum punya hafalan, walaupun juz ‘amma (juz 30 -red).”

Ikhwah Gaul didirikan pada tahun 2009. Berawal dari sebuah grup di Facebook, kini Ikhwah Gaul mencoba memasuki arena Fastabiqul Khairat dakwah di bumi Indonesia dengan gebrakan dakwah kreatif yang memakai slogan ‘Karena Dakwah Tidak Harus Dengan Peci dan Baju Koko’.

Kita tunggu kontribusi nyata dari teman-teman Ikhwah Gaul. Selamat berjuang!
Kunjungi website resmi Ikhwah Gaul: www.ikhwahgaul.com