Kamis, 14 Februari 2013

Bedah Buku “Bekal Untuk Kader Dakwah”



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) didirikan, memiliki misi tersendiri. Salah satunya, menjadikan partai sebagai sarana dakwah. Namun, dalam perkembangannya, para kader partai ini belum bisa menterjemahkan cita-cita para founding father organisasi mereka.
Sekretaris Bidang Pelayanan Ummat DPP PKS Ustadz Ika Fitriyadi menyatakan, kader PKS kekurangan ruang untuk merefleksikan pengabdiannya di partai berlambang padi yang diapit dua bulan sabit kembar itu. “Padahal, banyak hal yang harus dilakukan dan semua harus dimulai. Jika kita mengisi ruang-ruang itu maka ke depan PKS bisa menjadi rumah bagi semua,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam diskusi dan bedah buku berjudul “Bekal untuk Kader Dakwah” di Rumah Makan Pecel Pincuk Godong Ijo, Bintaro, Pondok Aren, Sabtu (9/2).
Untuk mempresentasikan gerakan dakwah, Ika Ustadz Ika, para kader PKS mendapatkan referensi dari buku yang tengah dibedah hari itu. Bahwa, buku yang ditulis salah satu pentolan PKS Ustadz Hilmi Aminiddin tersebut, berisi kumpulan taujih (nasehat).
“Dalam buku ini, banyak bahasa-bahasa yang mendalam dan perlu waktu untuk memahaminya,” kata Ika dalam kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Serpong Utara ini.
Dia mengakui banyak kader PKS yang belum memahami penanaman pewarisan ideologi sebagai gerakan dakwah yang bertransformasi menjadi partai politik. Artinya masih perlu waktu untuk memformulasikan konsepnya ke masyarakat.
“Hari ini yang terjadi adalah, kita kesulitan untuk memformalkan dan membahasakan konsep ke masyarakat,” ungkapnya.
Dalam buku itu juga, lanjut Ika, harapan penulis adalah jajaran sekjen untuk bisa menjembatani agar PKS menjadi partai berbasis pengetahuan (knowledge based party), “Yaitu partai modern dengan kader-kader yang mempunyai kemampuan mumpuni dibidangnya,” jelasnya.
Dr. Abu Fanani, Direktur Indonesian Quality Research Agency (IQRA), yang juga menjadi pembicara dalam acara bedah buku ini mengatakan, isi dalam buku ini banyak istilah asing (bahasa arab dan inggris). Padahal buku ini sudah dijual bebas. “Seharusnya sebelum keluar, buku ini ada proses edit bahasa hingga masyarakat umum bisa memahaminya,” ujarnya.
Arif Wahyudi, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tangsel yang menjadi moderator dalam acara ini menambahkan, acara diskusi, seminar atau bedah buku bagian dari arahan Ustadz Hilmi Aminuddin untuk menjadikan PKS sebagai partai berbasis pengetahuan. Menurutnya, untuk sampai pada pengetahuan ada dua jalur yaitu membaca pengetahuan orang lain dan melakukan riset sendiri.
Dalam satu bagian di buku itu, ujar Arif, diingatkan bahwa nilai yang dipegang PKS adalah Islam. Kemudian, gerakan yang dilakukan adalah dakwah. Maka, organisasi dan parpol yang didirikan itu semata untuk dakwah.
“Namun, bila satu atau beberapa kader terbaik terbukti bersalah, maka kesalahan itu tidak kita ikuti. Kita harus bisa memilah antara ajaran dan pengajar,” tegasnya.
 
Tangselpos

Senin, 11 Februari 2013

Kisah mengharukan

Foto: Kisah mengharukan pada saat pengumuman pemenang hadiah utama door prize di acara Tabligh Akbar Safari Dakwah 3 DPP PKS Wilda Sumatera, di Bangka Belitung.
Satu. Seorang Ibu bernama Sri Kirana, warga Kelurahan Pintu Air Atas, tak henti-hentinya mengucapkan syukur setelah meraih tiket umroh di acara Door Prize Tabligh Akbar PKS di kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung (25/1/2013). Sebelum diserahkannya hadiah tersebut secara simbolis oleh Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaaq, mengajaknya berdialog di atas panggung. 
"Suami ibu namanya siapa?" tanya Presiden PKS. 
"Supriadi" jawab ibu itu.
"Suami ibu kerjanya apa?"
"Buruh"
"Kalau dikasih tambahan hadiah, ibu mau ngajak siapa pergi umrohnya?
"Saya.. saya mau ngajak suami saya," jawab ibu itu dengan mata mulai berkaca-kaca.
"Kenapa mau ngajak suaminya, bu?" tanya Presiden PKS lagi.
"Karena suami saya dulu pernah dapat rezeki umroh, ditawarin umroh, begitu.. dia bilang saya mau berangkat sama istri saya, kalau gak sama istri saya, saya nggak mau,"… Serempak panitia serta masyarakat yang menyaksikan mengucapkan takbir, "Allahu Akbar."
"Baik, untuk ibu Sri Kirana hadiah umrohnya diberikan oleh panitia, sedangkan umroh untuk suaminya dibiayai oleh DPP PKS," kata Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS. Kembali warga masyarakat bertakbir, sambil menyeka air mata masing-masing karena haru. 

Dua.
DR. Hidayat Nur Wahid berkesempatan mencabut undian untuk hadiah kedua, sebuah sepeda motor. Ternyata pemenangnya adalah seorang gadis cilik baru berumur 9 tahun. "Saudara sekalian, mari kita saksikan… seorang gadis kecil ternyata sudah berani datang ke acara Partai Keadilan Sejahtera," demikian beliau memberi komentar setelah sang anak maju ke atas panggung.
"Namanya siapa, nak?" tanya HNW
"Nofi"
"Pernah datang ke kantor PKS?" yang ditanya menggelengkan kepala
"Kalau sudah dapat motor ini, mau datang ke kantor PKS?"
"Mau."
"Tapi kalau mau pake motornya, harus punya SIM dulu, mau diberikan ke siapa nanti motornya, apa bapaknya datang ke sini?." tanya HNW lagi. Kemudian panitia memanggil, agar bapaknya Nofi ikut ke panggung. 
"Enggak, enggak punya bapak" aku Nofi lirih.
"Ibunya?" tanya HNW. Tapi Nofi kemudian menangis, sambil menggelengkan kepala. Barulah semua orang yan hadir tahu bahwa Nofi ternyata seorang yatim piatu dan kini tinggal bersama neneknya. HNW pun menyerahkan hadiah tersebut di antara para hadirin yang menyaksikan. Saat itu suasana benar-benar mengharukan. 

Kisah mengharukan pada saat pengumuman pemenang hadiah utama door prize di acara Tabligh Akbar Safari Dakwah 3 DPP PKS Wilda Sumatera, di Bangka Belitung.
Satu. Seorang Ibu bernama Sri Kirana, warga Kelurahan Pintu Air Atas, tak henti-hentinya mengucapkan syukur setelah meraih tiket umroh di acara Door Prize Tabligh Akbar PKS di kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung (25/1/2013). Sebelum diserahkannya hadiah tersebut secara simbolis oleh Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaaq, mengajaknya berdialog di atas panggung.
"Suami ibu namanya siapa?" tanya Presiden PKS.
"Supriadi" jawab ibu itu.
"Suami ibu kerjanya apa?"
"Buruh"
"Kalau dikasih tambahan hadiah, ibu mau ngajak siapa pergi umrohnya?
"Saya.. saya mau ngajak suami saya," jawab ibu itu dengan mata mulai berkaca-kaca.
"Kenapa mau ngajak suaminya, bu?" tanya Presiden PKS lagi.
"Karena suami saya dulu pernah dapat rezeki umroh, ditawarin umroh, begitu.. dia bilang saya mau berangkat sama istri saya, kalau gak sama istri saya, saya nggak mau,"… Serempak panitia serta masyarakat yang menyaksikan mengucapkan takbir, "Allahu Akbar."
"Baik, untuk ibu Sri Kirana hadiah umrohnya diberikan oleh panitia, sedangkan umroh untuk suaminya dibiayai oleh DPP PKS," kata Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS. Kembali warga masyarakat bertakbir, sambil menyeka air mata masing-masing karena haru.

Dua.
DR. Hidayat Nur Wahid berkesempatan mencabut undian untuk hadiah kedua, sebuah sepeda motor. Ternyata pemenangnya adalah seorang gadis cilik baru berumur 9 tahun. "Saudara sekalian, mari kita saksikan… seorang gadis kecil ternyata sudah berani datang ke acara Partai Keadilan Sejahtera," demikian beliau memberi komentar setelah sang anak maju ke atas panggung.
"Namanya siapa, nak?" tanya HNW
"Nofi"
"Pernah datang ke kantor PKS?" yang ditanya menggelengkan kepala
"Kalau sudah dapat motor ini, mau datang ke kantor PKS?"
"Mau."
"Tapi kalau mau pake motornya, harus punya SIM dulu, mau diberikan ke siapa nanti motornya, apa bapaknya datang ke sini?." tanya HNW lagi. Kemudian panitia memanggil, agar bapaknya Nofi ikut ke panggung.
"Enggak, enggak punya bapak" aku Nofi lirih.
"Ibunya?" tanya HNW. Tapi Nofi kemudian menangis, sambil menggelengkan kepala. Barulah semua orang yan hadir tahu bahwa Nofi ternyata seorang yatim piatu dan kini tinggal bersama neneknya. HNW pun menyerahkan hadiah tersebut di antara para hadirin yang menyaksikan. Saat itu suasana benar-benar mengharukan.

dakwatuna
 

Subhanallah, Warga dan Tokoh Masyarakat Justru Berbondong-Bondong Masuk PKS

 

Luthfi Hasan Ishaaq yang pada waktu itu merupakan Presiden PKS ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena dituduh terlibat dalam suap impor daging sapi. Dan tidak kurang dari 12 jam, Luthfi digelandang ke KPK. Hal ini tentu saja merupakan hantaman tersendiri kepada tubuh PKS.
Masyarakat dibuat bingung dengannya. Karena banyak yang menaruh harapan kepada PKS sebagai “benteng terakhir” pemberantasan korupsi di Indonesia, khususnya pada perpolitikan Indonesia. Ditambah lagi beberapa pengamat  mengatakan di berbagai media bahwa kejadian ini akan berdampak kepada turunnya suara PKS menjelang pemilu 2014.
Namun pada kenyataannya justru terbalik. Sebelum ini telah diberitakan bahwa ada seorang ibu di Bandung langsung menelepon DPW PKS Jabar untuk mendaftar menjadi anggota PKS. Dia mengatakan bahwa dia tahu PKS walau sedang ada gonjang ganjing ini. Seorang mahasiswi di UNPAD menyatakan ingin bergabung dengan PKS melalui twitter dengan memention anak seorang kader PKS.
Lalu di NTT beberapa tokoh mengucapkan simpati dan kagum kepada kader-kader PKS dan Presiden PKS yang baru. Sedangkan di Maluku, tepatnya di daerah Kab MTB dan MBD yang berbatasan dengan Timor, ada lima tokoh masyarakat setempat yang masing-masing ada yang beragama Katolik dan ada yang Protestan minta untuk bergabung dan menjadi pengurus PKS di sana.
Lain lagi dengan di Ujung Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Di sana ada 3 orang, 2 Protestan dan 1 Katolik, minta diangkat jadi Pengurus PKS di Balikpapan. Wartawan Senior Tribun tertegun dan menangis menyaksikan Pidato Presiden PKS. Dan ibu-ibu rumah tangga datang ke rumah menangis karena merasa PKS dizhalimi…
Sedangkan di Yogyakarta, sebagaimana disampaikan sendiri oleh DR Sukamta Ketua DPW PKS DIY, seorang Ustadz besar sekaligus tokoh masyarakat setempat yang sangat disegani (yang dulunya sulit dan alergi dengan PKS) mengirimkan sms ke pengurus PKS sebagai berikut:

“Assalamu ‘alaikum. Bismillahirrohmanirrohiem. Dengan ini, saya, ustad [nama dirahasiakan], menyatakan diri bergabung ke Partai Keadilan Sejahtera. Wassalamu’alaikum.”
Di DPC Sukun Malang, ada seorang ayah yang fanatik dengan PDIP, sehingga membatasi anaknya untuk tidak ikut acara-acara PKS, tapi setelah si ayah melihat orasi Presiden PKS baru Anis Matta di TV, ada yang beda dia rasakan, dia pun menyetujui anaknya bergabung dengan PKS.
Sedangkan di Garut, beberapa orang yang terdiri dari Hanura, PAN, PBB dan mantan caleg PKNU semua SMS dan menyatakan siap dukung PKS di 2013-2014.
Berita terbaru yang didapatkan redaksi dakwatuna.com, seluruh remaja masjid dan pemuda Muhammadiyah Terara meminta kartu anggota PKS untuk dijadikan anggota PKS. Hal ini terjadi setelah DPC Terara Lotim NTB, nonton bareng pidato politik Anis Mata di youtube.
Sedangkan seorang tokoh masyarakat Majene yang merupakan PNS, dosen UNM, dan Pengusaha setempat, ikut menonton pidato politik  Presiden PKS Anis Matta bersama istrinya di televisi. Tiba-tiba sang istri berkata: “Bagaimana kalo ayah masuk PKS saja dan tinggalkan PNS”. Dan hari ini tokoh tersebut sudah menemui pengurus DPD, menyatakan siap masuk PKS dan siap memberikan 8 unit motor, 1 mobil untuk DPD Majene, serta rumah beliau di Majene yang besar dipinjamkan untuk kantor DPD Majene.
 
pks piyungan

Ratusan Warga Aceh Besar Daftar Jadi Kader PKS

 

Liputan6.com, Banda Aceh : Ratusan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar menyatakan diri bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka tidak terpengaruh terhadap kasus penetapan tersangka terhadap mantan presiden partai itu, Luthfi Hasan Ishaaq.

Ketua Daerah I DPW PKS Aceh Iwan Sulaiman di Banda Aceh, Kamis (7/2/2013), menyatakan, sebanyak 405 masyarakat yang berasal dari Kabupaten Aceh Besar telah menyatakan diri bergabung dengan partai tersebut.

Menurut Iwan, bergabungnya ratusan masyarakat Kabupaten Aceh Besar dengan PKS merupakan bukti bahwa masyarakat tidak terpengaruh dengan kasus yang menimpa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang dijadikan tersangka oleh KPK.

Ia mengatakan, bergabungnya ratusan masyarakat di kabupaten Aceh Besar ke partai tersebut terjadi tiga hari pascapenahanan mantan presiden partai tersebut oleh KPK.

"Masyarakat tidak peduli dengan berita-berita miring terhadap PKS, mereka melihat kerja nyata kader di lapangan, dimana kader PKS selalu bersama rakyat menghidupkan berbagai aktifitas sosial, keagamaan, pendidikan, penanganan bencana serta pos ekonomi keluarga di gampong," katanya.

Iwan menambahkan, bergabungnya ratusan masyarakat tersebut juga tidak terlepas dari kerja keras kader dan kesolidan struktur PKS hingga tingkat bawah dalam menggerakkan mesin partai. "Seluruh anggota yang bergabung dengan PKS akan segera dikeluarkan KTA," katanya.

Pihaknya akan terus bekerja maksimal dan menyakinkan para konsituen yang ada di seluruh kabupaten/kota di provinsi ujung paling barat Indonesia itu dalam mewujudkan target tiga besar pada pemilihan legislatif 2014.

Dan Merekapun Menyatakan Diri Bergabung

 

Ikhwati fillah di tengah kepungan pasukan ahzab, selalu saja ada orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk mendukung da'wah.

Begitulah yang terjadi saat ini. Berikut serba- serbinya, semoga kita yang sudah berada dalam shaf ini manjadi lebih kokoh merapatkan barisan dan tsiqah kepada qiyadah:

** Feb 1 Fri 19:04 **
Tate Qomaruddin: Ada dua kejadian, kemarin (Jumat) di Bandung: 1. Seorang ibu menelepon staf Bid Humas DPW seraya menyatakan keinginannya daftar jadi anggota PKS. Ketika ditanya, "Kok...dlm gonjang ganjing gini..? Dia menjawab, "Saya tdk terpengaruh. Saya tahu PKS!"

** Feb 1 Fri 19:07 **
Tate Qomaruddin: 2. Anak saya, perempuan (kuliah di UNPAD) dapat tweet dari teman semasa SMA (sang teman adlh org umum, bukan keluarga kader) yg menyatakan mau gabung dg PKS!

** Feb 2 Sat 09:44 **
Suharjito Esha: Allahu Akbar. Di NTT juga demikian. Beberapa tokoh mengucapkan simpati dan kagum kpd kader2 PKS & Presiden PKS yg baru.

** Feb 2 Sat 11:42 **
S Mudzakir Assagaf: Di Maluku tepatnya di daerah Kab MTB dn MBD yg berbatasan dg Timor2, ada lima tokoh masyarakat setempat yg masing2 ada yg beragama katolik dn ada yg protestan minta u bergabubg dn menjadi pengurus PKS disana. Smoga ini menjadi tanda baik bagi dakwah. Allah akbar...!!!

** Feb 2 Sat 11:42 **
Tate Qomaruddin: Allahu akbar!

** Feb 2 Sat 12:03 **
Masykur Sarmian: Di Ujung Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur ada 3 orang 2 protestan dan 1 katolik, minta di angkat jadi Pengurus PKS, Di Balikpapan Wartawan Senior Tribun tertegun dan menangis menyaksikan Pidato Presiden PKS dan satu lagi Ibu2 rumah datang ke rumah menangis krn merasa PKS didholimi.., Allohu Akbar!!!

** Feb 2 Sat 13:44 **
Sukamta: Allahu Akbar. Pagi td ditelp dan sms, dr seorang Ustadz kabir di Jogja, Ustadz Umar Budiargo, yg selama ini susit (susah dan sulit) dan cenderung negatif pd PKS, Berikut smsnya:
Assalamu'alaikum.
Bismillahirrohmanirrohiem. Dengan ini, saya, ustad Umar Budihargo, menyatakan diri bergabung ke Partai Keadilan Sejahtera.
Wassalamu'alaikum.

Islamedia

Surat terbuka untuk yang kami cintai, Ustadz Yusuf Supendi

Foto: Surat terbuka untuk yang kami cintai, Ustadz Yusuf Supendi 

Islamedia - Bismillahirohmanirohim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Entah dengan kata apa kami gambarkan perasaan hormat kami padamu wahai muasis dakwah. Semoga kata-kata ini mewakili perasaan kami, kami sangat mencintaimu.

Kami sadar mungkin tanpamu kami tak akan menikmati indahnya jalan ini. Jalan dimana peluh berubah menjadi nikmat, jalan dimana cerca menjadi semangat beramal. Jalan yang paling indah yang pula dilalui oleh para Nabi dan Rasul serta orang-orang beriman. Dan kaulah yang telah berjuang dengan peluhmu hingga dakwah itu sampai pada kami dan kami menikmatinya hingga saat ini.

Ustad, kami mungkin tidak pernah sekalipun bertemu dengan antum begitupula antum. Tapi ada kata yang ingin kami sampaikan dari balik surat ini, kami sangat mencintaimu.

Memutih rambutmu, jenggotmu bukan pertanda lusuh. Kami yakin itulah simbol kecemerlanganmu, saksi atas segala kebersahajaanmu. Kaulah yang telah menjadi perantara cahaya Allah atas kami, bagaimana mungkin Allah tak hadirkan cahaya itu diwajahmu, ustad kami mencintaimu.

Kami hanya ingin kau tahu bahwa apa yang selama ini kau ungkapkan kepada khalayak tentang pemimpin-pemimpin jamaah ini membuat hati kami tersayat. Bukan, bukan karena kami lebih mencintai mereka daripadamu. Tapi kami mencintai mereka sama seperti kami mencintaimu, karena besarnya amal dakwah kalian. Dan mereka adalah bagian dari dakwah ini.

Ustad tentu diri yang dangkal ini tak mampu disandingkan dengan kedalamanmu dalam ilmu. Kau pasti mengenal hali ini “Seorang hamba yang menutupi aib orang lain di dunia, kelak Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.” (HR.Muslim) 

Kau juga pasti telah mengetahui dan mengamalkan pula keutamaanya, serta balasannya jika kita melanggarnya.

Ustad, kami tak rela kau bersanding satu kubu dengan orang yang telah merusak agama ini. Dan seolah se-iya dengan agenda utama mereka yakni mengganggu kekokohan jamaah ini. Apakah kau tak merasa risih, ataukah tak kau hiraukan itu. Ustad ketahuilah bahwa kami sangat mencintaimu.

Atas apa yang kau ceritakan tentang rusaknya jamaah ini kami sadar betul bahwa jamaah ini adalah sekumpulan manusia, tempat khilaf dan dosa. Tapi bukankah dari yang berdosa itu lebih baik adalah orang-orang yang bertaubat. Sebagaimana Rasulullah sampaikan, “Setiap anak Adam sering melakukan dosa dan sebaik-baiknya orang yang melakukan dosa adalah orang-orang yang bertaubat”. (HR. Ibnu Majah)

Lalu mengapa kau salahkan kami yang ingin bertaubat memohon ampun kepada Rabb kami?. Lalu kau memperkeruhnya dan seolah kami memang pesakitan dan tak pantas bertaubat. Ustad ketahuilah kami mencintaimu.

Kami tak jua mengerti apa yang kau inginkan dari apa yang kau lakukan. Tapi kami meyakini bahwa kau jua mencintai kami. Kami tak lantas paham jua mengapa kau seolah bersemangat sekali mengungkap semua keburukan saudaramu disaat kami berusaha untuk bangkit. Padahal tentu kau sangat memahami betul, jauh lebih paham daripada kami bagaimana menjaga keutuhan jamaah ini. Bagaimana sulitnya membangun citra dakwah yang baik dimata masyarakat. Namun setelah apa yang terus kau timpakan ini ada yang ingin kami sampaikan padamu . kami sangat mencintaimu.

Kami rindu saat kau menyembuhkan haus kami dari dahaga ilmu, kami rindu saat kau bakar semangat kami dengan hujaman nasihatmu,tapi bukan dengan cara seperti ini.

Ustad, kau tahu betapa cintanya kami pada jalan ini, bukan pada golongan ini. Dan apapun yang merusak cinta kami terhadapnya maka kami akan menolaknya.

Dalam dakwah pasti ada rintangan, ada ujian itulah tabiat dakwah sesungguhnya. Dan kami ingin lalui ujian-ujian dakwah ini bersamamu. Melewati masa sulit ini dengan berjuang bersamamu, dibarisan ini, barisan yang kau bina.

Ustad yang kami cintai karena Allah, percayalah jika kau mengetahui cinta ini kepadamu tentu kau tak akan sampai hati melukainya. Bahkan kau tak mungkin membuatnya gusar terlebih lagi futur dan terlempar.

Ustad, kami ingin sampaikan bahwa, Allah yang menjaga dakwah ini Ia pula yang akan memudahkan setiap langkah-langkahnya. Tak ada satupun yang mampu menghalangi dan memadamkan cahaya dakwah ini. Kami sadar kami banyak kelemahan maka itu kami memohon ampun dan pertolongan hanya kepada Allah.

Di akhir surat ini , kami ingin sampaikan salam dari saudara-saudara kami yang masih ikhlas dalam perjuangannya. Yang masih murni dalam setiap amal dakwahnya, yang masih bergelora semangat kebaikannya, yang masih kokoh dalam barisan jamaah ini. kami sangat mencintaimu.

Barakallahufik ya ustadz,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

5 Februari 2013 / 23 Rabiul Awwal 1434 H
Dari sudut kampung,
Abu Niyazi



Bismillahirohmanirohim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Entah dengan kata apa kami gambarkan perasaan hormat kami padamu wahai muasis dakwah. Semoga kata-kata ini mewakili perasaan kami, kami sangat mencintaimu.

Kami sadar mungkin tanpamu kami tak akan menikmati indahnya jalan ini. Jalan dimana peluh berubah menjadi nikmat, jalan dimana cerca menjadi semangat beramal. Jalan yang paling indah yang pula dilalui oleh para Nabi dan Rasul serta orang-orang beriman. Dan kaulah yang telah berjuang dengan peluhmu hingga dakwah itu sampai pada kami dan kami menikmatinya hingga saat ini.

Ustad, kami mungkin tidak pernah sekalipun bertemu dengan antum begitupula antum. Tapi ada kata yang ingin kami sampaikan dari balik surat ini, kami sangat mencintaimu.

Memutih rambutmu, jenggotmu bukan pertanda lusuh. Kami yakin itulah simbol kecemerlanganmu, saksi atas segala kebersahajaanmu. Kaulah yang telah menjadi perantara cahaya Allah atas kami, bagaimana mungkin Allah tak hadirkan cahaya itu diwajahmu, ustad kami mencintaimu.

Kami hanya ingin kau tahu bahwa apa yang selama ini kau ungkapkan kepada khalayak tentang pemimpin-pemimpin jamaah ini membuat hati kami tersayat. Bukan, bukan karena kami lebih mencintai mereka daripadamu. Tapi kami mencintai mereka sama seperti kami mencintaimu, karena besarnya amal dakwah kalian. Dan mereka adalah bagian dari dakwah ini.

Ustad tentu diri yang dangkal ini tak mampu disandingkan dengan kedalamanmu dalam ilmu. Kau pasti mengenal hali ini “Seorang hamba yang menutupi aib orang lain di dunia, kelak Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.” (HR.Muslim)

Kau juga pasti telah mengetahui dan mengamalkan pula keutamaanya, serta balasannya jika kita melanggarnya.

Ustad, kami tak rela kau bersanding satu kubu dengan orang yang telah merusak agama ini. Dan seolah se-iya dengan agenda utama mereka yakni mengganggu kekokohan jamaah ini. Apakah kau tak merasa risih, ataukah tak kau hiraukan itu. Ustad ketahuilah bahwa kami sangat mencintaimu.

Atas apa yang kau ceritakan tentang rusaknya jamaah ini kami sadar betul bahwa jamaah ini adalah sekumpulan manusia, tempat khilaf dan dosa. Tapi bukankah dari yang berdosa itu lebih baik adalah orang-orang yang bertaubat. Sebagaimana Rasulullah sampaikan, “Setiap anak Adam sering melakukan dosa dan sebaik-baiknya orang yang melakukan dosa adalah orang-orang yang bertaubat”. (HR. Ibnu Majah)

Lalu mengapa kau salahkan kami yang ingin bertaubat memohon ampun kepada Rabb kami?. Lalu kau memperkeruhnya dan seolah kami memang pesakitan dan tak pantas bertaubat. Ustad ketahuilah kami mencintaimu.

Kami tak jua mengerti apa yang kau inginkan dari apa yang kau lakukan. Tapi kami meyakini bahwa kau jua mencintai kami. Kami tak lantas paham jua mengapa kau seolah bersemangat sekali mengungkap semua keburukan saudaramu disaat kami berusaha untuk bangkit. Padahal tentu kau sangat memahami betul, jauh lebih paham daripada kami bagaimana menjaga keutuhan jamaah ini. Bagaimana sulitnya membangun citra dakwah yang baik dimata masyarakat. Namun setelah apa yang terus kau timpakan ini ada yang ingin kami sampaikan padamu . kami sangat mencintaimu.

Kami rindu saat kau menyembuhkan haus kami dari dahaga ilmu, kami rindu saat kau bakar semangat kami dengan hujaman nasihatmu,tapi bukan dengan cara seperti ini.

Ustad, kau tahu betapa cintanya kami pada jalan ini, bukan pada golongan ini. Dan apapun yang merusak cinta kami terhadapnya maka kami akan menolaknya.

Dalam dakwah pasti ada rintangan, ada ujian itulah tabiat dakwah sesungguhnya. Dan kami ingin lalui ujian-ujian dakwah ini bersamamu. Melewati masa sulit ini dengan berjuang bersamamu, dibarisan ini, barisan yang kau bina.

Ustad yang kami cintai karena Allah, percayalah jika kau mengetahui cinta ini kepadamu tentu kau tak akan sampai hati melukainya. Bahkan kau tak mungkin membuatnya gusar terlebih lagi futur dan terlempar.

Ustad, kami ingin sampaikan bahwa, Allah yang menjaga dakwah ini Ia pula yang akan memudahkan setiap langkah-langkahnya. Tak ada satupun yang mampu menghalangi dan memadamkan cahaya dakwah ini. Kami sadar kami banyak kelemahan maka itu kami memohon ampun dan pertolongan hanya kepada Allah.

Di akhir surat ini , kami ingin sampaikan salam dari saudara-saudara kami yang masih ikhlas dalam perjuangannya. Yang masih murni dalam setiap amal dakwahnya, yang masih bergelora semangat kebaikannya, yang masih kokoh dalam barisan jamaah ini. kami sangat mencintaimu.

Barakallahufik ya ustadz,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

5 Februari 2013 / 23 Rabiul Awwal 1434 H
Dari sudut kampung,
Abu Niyazi
 

FUI kecam Said Aqil yang minta waspadai Muslim berjanggut

FUI kecam Said Aqil yang minta waspadai Muslim berjanggut 

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ustadz Muhammad Al Khaththath mengecam pernyataan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU), Said Aqil Siradj,  yang meminta warga NU mewaspadai Muslim berjanggut.
“Said Aqil kok bahas janggut? Kalau ajaran transinternasional itu ajaran Nabi Muhammad, berarti harus dijalankan. Misalnya shalat, haji, atau puasa, itu ajaran transinternasional yang harus dijalankan,” tegas Ustadz Al Khaththath seperti dilansir itoday (08/02).
Menurut Ustadz Al Kaththath, tidak seharusnya Said Aqil menuding pihak-pihak yang sebenarnya meneladani Nabi Muhammad sebagai kelompok yang membahayakan NKRI. “Said Aqil ngawur. Saya heran mengapa ada kiai yang menolak ajaran transinternasional. Memang yang bersangkutan tidak shalat, puasa atau haji? Ibadah ibadah itu juga ajaran transinternasional,” tegas Al Khaththath.
Seperti diberitakan sebelumnya, Said Aqil Siradj meminta warga nahdliyin untuk mewaspadai organisasi transinternasional yang sangat berbahaya bagi NKRI. Salah satu ciri pengikut organisasi transinternasional yaitu dengan berjanggut.
“Ciri (orangnya) yang berjanggut-janggut itu,” tegas KH Said Aqil Siradj di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (07/02). 
 
Arrahmah

Sabtu, 19 Januari 2013

Kemenangan Itu Bermula Dari Dua Gua Sempit

Paradigma kemenangan sering kali didefinisikan secara sempit sebagai sebuah hasil akhir yang diharapkan dalam mencapai sebuah tujuan. Sehingga nilai kemenangan selalu disetarakan dengan sisi-sisi yang bersifat materiil atau dapat dirasakan langsung. Padahal sebenarnya tidak selalu demikian. Persepsi ini sering dipahami oleh sebagian kelompok yang menganut paham materialistis.  Sehingga ketika tujuan tidak tercapai dalam waktu yang telah direncanakan, maka sudah divonis sebagai sebuah kegagalan.
Semoga kita tidak terjebak dengan persepsi sempit seperti di atas. Sebab, Kemenangan dalam perspektif Islam tidak mutlak diukur dengan tercapainya sebuah tujuan dalam waktu yang diinginkan. Maka, peristiwa hijrah menurut persepsi penulis adalah pelajaran berharga yang harus dipahami oleh setiap individu muslim dalam memahami ruang lingkup kesuksesan yang sebenarnya.
Mari kita coba sedikit menganalisa fase dakwah Rasulullah saw selama 13 tahun di Mekah sebagai bahan renungan kita terhadap persepsi ‘menang’. Karena begitu banyak peristiwa berharga yang dialami Rasulullah dan para sahabat selama di Mekah, yang jika dirasionalisasikan pada saat itu terkesan sebagai sebuah kegagalan.
Suatu hari, ketika Rasulullah saw menyampaikan risalah Islam di Thaif, beliau menghadapi tantangan yang luar biasa. Bukan sambutan hangat yang beliau dapat, tapi sebaliknya beliau mengalami luka yang cukup parah. Tapi bagaimana sikap Rasulullah? Ia hanya mengucapkan satu kata “Allahummahdi Qaumiy fainnahum laa ya’lamun”. Padahal ketika itu Jibril datang menawarkan, jika Rasulullah berdoa kepada Allah untuk membalikkan gunung-gunung yang ada dan dilemparkan kepada kaum musyrikin Thaif maka malaikat Jibril akan melakukan hal tersebut. Sikap ini sangat  sulit  untuk kita rasionalisasikan, akan  tetapi mengandung nilai kemenangan yang baru terbukti dan dirasakan beberapa tahun setelah peristiwa itu terjadi.
Banyak kisah sebenarnya yang dapat dijadikan pelajaran penting dalam memahami makna sukses dari perjalanan dakwah Rasulullah baik pada fase Mekah ataupun setelah beliau hijrah ke Madinah. Tapi mengapa peristiwa hijrah begitu besar pengaruhnya dalam proses perjalanan dakwah Rasulullah saw? Benarkah kesimpulan yang mengatakan bahwa hijrah merupakan momen “Fatihatun Nashr” kemenangan-kemenangan Islam pada fase berikutnya? Atau apakah prasyarat keberhasilan itu harus selalu dimulai dengan hijrah?
Memahami Makna Hijrah
Secara etimologi, hijrah berarti meninggalkan, atau berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain. Lalu Makna yang kedua ini sering dipakai dalam mendefinisikan hijrah secara terminologi. Tidak sulit untuk memberikan definisi terhadap peristiwa hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah. Karena secara sederhana hijrah adalah perpindahan Rasulullah dan para sahabat dari Mekah ke Madinah.  Namun yang terpenting adalah memahami nilai-nilai hijrah itu sendiri untuk diterapkan pada tataran kehidupan kekinian.
Tak dapat diragukan lagi, peristiwa hijrah merupakan titik awal perubahan besar yang akan terjadi sesudahnya. Hijrah telah melepaskan kaum muslimin dari cengkraman jeruji kejahiliyahan dan tekanan kaum musyrikin Mekah. Di samping itu hijrah juga merupakan batas pemisah antara dua masa yang sangat berarti dalam perjalanan dakwah dan penerapan syariat, yaitu yang dikenal dengan fase Makkiy dan fase Madaniy. Sehingga dikenallah istilah surat Makiyah dan surat Madaniyah dalam Al Quran.
Banyak ujian dan cobaan yang telah dihadapi oleh Rasulullah dan para sahabat sebelum diizinkan untuk berhijrah. Sumayyah ibunda ‘Ammar bin Yasir merupakan orang pertama dalam Islam yang syahid dalam Islam ketika mempertahankan keyakinannya. Lalu mengapa Allah baru mengizinkan hijrah kepada Rasulullah dan para sahabatnya setelah 13 tahun fase dakwah di Mekah? Walaupun sebelumnya, telah terjadi peristiwa hijrah pertama ke bumi Habsyah. Bukankah Allah swt bisa berbuat sekehendaknya untuk memberikan kemudahan dan kemenangan kepada Rasulullah saw dan para sahabat?
Di antara salah satu hikmah yang utama dari proses dakwah fase Mekah ini adalah proses selektifitas kader dakwah yang betul-betul matang untuk melanjutkan estafet dakwah menuju fase-fase berikutnya. Karena jika Allah membukakan kemenangan secara mudah kepada kaum muslimin, maka kemenangan itu tidak akan terasa manis karena didapat dengan begitu mudah dan ketahanannya pun cenderung tidak bertahan lama. Maka ketika pertama kali dakwah dimulai, seiring itu pula terjadi proses latihan dan penyaringan yang sangat selektif dan alami. Dan ternyata, mereka inilah yang pada akhirnya berhasil menjadi busur sekaligus anak panah perkembangan Islam menuju puncak kejayaannya.
Setelah kita memahami makna hijrah yang sesungguhnya, sebagai sebuah proses yang mau tidak mau harus dijalani setiap individu muslim agar bisa mewujudkan kemenangan maka kita dapat menyimpulkan bahwa jika setiap muslim mampu melakukan hijrah niscaya ia akan menang. Tentu hijrah yang dilakukan Rasulullah dan para sahabat tidak dimaknai secara literlek yang harus kita terapkan saat ini. Kenapa? Karena Rasulullah saw sendiri sudah menyatakan “La Hijrata Ba’dal fath walakin Jihadun waniyyah” (sudah tidak ada hijrah setelah terbuka pintu kemenangan (Fath Makkah), Akan tetapi masih tersisa jihad dan niat untuk berhijrah. Sebagian ulama menafsirkan niat di sini adalah sebagai sebuah perpindahan dari kehidupan yang jauh dari nilai-nilai ilahi menuju kehidupan yang penuh dengan nilai-nilai rabbani.
Mengapa Hijrah Sebagai Pembuka Kemenangan?
Dari peristiwa hijrah kubro yang dilalui Nabi dan para sahabat, ada beberapa indikasi yang dijadikan faktor utama kemenangan dakwah. Faktor–faktor ini dapat kita lihat dari beberapa pelajaran dan ibrah yang kita ambil dari rentetan peristiwa hijrah itu sendiri. Di antaranya adalah:
1.  Sabar Dalam Menghadapi Makar Musuh
Begitu banyak rekaman sejarah dalam Al-Qur’an maupun sunnah yang menggambarkan permusuhan abadi kaum kufar dan musyrikin terhadap Islam dan kaum muslimin. Permusuhan ini biasanya disertai makar yang senantiasa mencoba untuk menggoyahkan keimanan dengan menggunakan segala daya dan upaya. Banyak cara yang mereka gunakan, baik dengan menawarkan harta dan kesenangan ataupun dengan siksaan demi siksaan. Nah, di sinilah sabar merupakan tameng awal dan jawaban dari semua itu. Sebab, sabar dalam perspektif Islam tidak kenal batas. Sabar dapat diterapkan dalam ketaatan, menghindari maksiat, dan bersabar dalam menghadapi musibah.
Rasulullah adalah orang pertama yang menerapkan sabar, bahkan ketika maut hampir menghampirinya ketika berdakwah dijalan Allah, ia hanya berkata “Allahummahdi qaumi fainnahum la ya’lamun”. Subhanallah! Rasulullah tidak tergesa-gesa mengejar kemenangan, dan sikap ini juga yang terpatri dalam jiwa setiap sahabat. Kesabaran inilah yang telah melahirkan semangat jihad dan semakin menambah keyakinan mereka bahwa jalan yang mereka tempuh penuh dengan cahaya. Sikap sabar ini juga melahirkan pribadi yang istiqamah dan tidak mudah goyah.  Maka sabar merupakan sebuah prasyarat mutlak dalam meniti tangga-tangga keberhasilan.
2. Al Akhzu bil asbab
Etos kerja ataupun usaha tidak boleh diabaikan begitu saja. Artinya, seluruh potensi harus dikerahkan yang disesuaikan dengan kondisi yang melingkupi saat itu. Rasulullah adalah contoh tauladan sebagai seorang sosok yang tak mudah menyerah dengan hanya mengandalkan satu cara. Ia selalu berfikir dan berbuat dengan amal yang sangat variatif agar dakwah mudah diterima dan cepat berkembang. Segala kreativitas dan inovasi dakwah beliau kerahkan. Gagal dengan satu cara beliau memanfaatkan metode lain. Sehingga beliau tidak pernah putus asa. Ini merupakan konsep membangun motivasi yang sangat jitu.
Ketika dakwah beliau di kota Mekah dan perkampungan sekitarnya tidak begitu mendapatkan sambutan yang positif. Beliau melihat ada potensi lain yang bisa dilakukan, yaitu mendakwahi para kabilah yang datang dari luar kota Mekah pada musim-musim haji. Pertemuan ini dilakukan Rasulullah di luar kota Mekah bersama kaum Auz dan Khazraj tepatnya di daerah yang bernama al ‘aqabah dan dalam catatan sejarah dikenal dengan bai’atul aqabah al ula. Perwakilan kaum Auz dan Khazraj terdiri dari 12 orang yang telah menyatakan keislaman mereka. Kreativitas dakwah Rasulullah tidak terhenti sampai di situ saja, lalu ia mengutus Mus’ab bin ‘Umair yang dikenal sebagai duta Islam pertama untuk kembali ke Yatsrib bersama kaum Auz dan Khazraj.
Peristiwa ini, pada akhirnya merupakan cikal bakal peristiwa hijrah beberapa tahun sesudahnya. Dan setelah terjadi kesepakatan antara kaum muslimin mekah dan Yatsrib ketika itu bahwa pusat dakwah akan dipindahkan dari Mekah ke Madinah, maka mulailah para sahabat melakukan hijrah sampai pada akhirnya diikuti oleh Rasulullah ketika telah turun wahyu yang mengizinkan beliau untuk hijrah. Momen ini sangat punya peran penting terhadap pertumbuhan dakwah dan akumulasi koalisi kekuatan Islam pada masa berikutnya.
3. Sistem Yang Rapi Prasyarat Kemenangan
Rentetan peristiwa hijrah, yang mungkin sebagian besar bahkan sudah sangat hafal, mengisyaratkan bahwa sebuah pekerjaan besar harus menggunakan sistem serta manajemen yang tertata rapi. Adanya pembagian tugas serta perencanaan yang sistematis dan matang, dan masing-masing individu memahami posisinya sehingga tidak terjadi benturan tugas yang akhirnya berakibat kepada proses sebuah rencana itu sendiri. Kita harus mampu memposisikan the right man on the right place.
Rasulullah adalah sosok yang brilian dalam menyusun strategi dan manajemen. Dengan kecerdasannya, ia dibantu Abu bakar dan sahabat lain telah berhasil mensukseskan perjalanan hijrah dengan selamat dan tanpa pertumpahan darah ataupun benturan fisik.
Namun ironis, tatanan sistem yang kokoh dan manajemen yang rapi telah hilang dari dunia Islam dan bahkan sudah diadopsi oleh Barat. Bahkan lebih dari itu, umat Islam seolah mengaminkan saja bahwa Islam tidak pernah kenal dengan konsep sistem dan manajemen yang rapi.
Kemenangan selamanya tidak akan bisa diraih hanya dengan mengandalkan semangat bekerja saja, akan tetapi harus dibarengi dengan membangun sistem dan manajemen yang komprehensif. Di samping itu perlu adanya kejelian melihat situasi dan kondisi. Jangan sampai kita kehilangan daya kreativitas karena alasan lingkungan dan kondisi yang ada di sekitar kita. Kelemahan fatal diri  kita adalah ketika kita tidak lagi mengenal diri kita. Jika hal itu terjadi, maka secanggih apapun sistem dan manajemen yang dibangun maka akan berakhir sia-sia.
4. Membangun Stabilitas Sosial
Pertama kali yang dilakukan Rasulullah saw di Madinah atau tepatnya di qubah adalah membangun Masjid. Dalam perspektif Islam, masjid tidak sebatas sebagai tempat ibadah vertikal antara hamba dan Rabb-Nya. Akan tetapi Masjid juga bisa berfungsi sebagai tempat menata kehidupan sosial masyarakat. Karena Islam dengan tegas mengakui bahwa manusia terdiri dari dua sisi yang harus selalu seimbang, yaitu materiil dan sprituil.
Setelah sarana dibangun, maka Rasulullah berfikir perlu adanya pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia untuk menjalankan fungsi dalam sebuah sistem kehidupan yang baru. Maka nabi segera mengambil inisiatif untuk mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar. Sebab, persaudaraan ini akan mempercepat proses perubahan sosial di tengah komunitas masyarakat. Kaum Muhajirin yang lebih memiliki skil dalam sistem perdagangan kembali menghidupkan pasar, dan bahkan dalam sejarah tercatat bahwa Rasulullah adalah orang pertama yang membangun pasar sebagai pusat ekonomi di Madinah. Kaum Anshar pun tetap dalam profesi mereka semula sebagai petani yang lebih spesifik mengurus pertanian.
Dalam proses selanjutnya, karena persaudaraan yang Rasul bina berdasarkan nilai keimanan dan keikhlasan, secara alami dan bertahap mulai tercipta takaful ijtima’iy (solidaritas sosial) di antara komunitas sosial yang sangat plural di kota Madinah. Bahkan nilai ukhuwah itu tercatat indah dalam berbagai kisah mengharu biru bagaimana ketika saad bin rabi’ menawarkan harta dan salah satu istrinya untuk diberikan kepada Abdurrahman bin Auf. Namun akhirnya Abdurrahman bin Auf lebih memilih untuk memulai kehidupan barunya sebagai pedagang dan menolak secara halus tawaran saudaranya, sampai akhirnya ia berhasil menjadi saudagar yang berhasil.
Stabilitas sosial yang mapan akan menjadi faktor pendukung terbukanya pintu-pintu kemenangan dan kejayaan. Hal itu terbukti ketika kaum muslimin memenangkan perang Ahzab. Peperangan dengan jumlah tidak seimbang ini mampu dimenangkan oleh kaum muslimin, tidak terlepas dari stabilitas sosial yang telah Rasulullah bina. Sehingga para sahabat begitu memahami nilai ukhuwah dan amal jama’iy (kerja kolektif) yang akhirnya mampu memukul mundur koalisi pasukan musuh.  Pada perang Khandaq ini juga Rasulullah memberikan kabar gembira kepada para sahabat yang beliau dapatkan dari Malaikat Jibril, bahwa setelah perang ini usai akan terjadi penaklukan besar-besaran di dataran Syam, Persia dan Yaman.
Kemenangan demi kemenangan mampu diraih kaum muslimin sehingga berhasil menguasai dua pertiga luas bumi di bawah naungan Islam selama lebih kurang delapan abad. Kemenangan itu tidak terwujud dengan mudah, tapi butuh waktu yang panjang dan pengorbanan tak terkira. Rahasia kemenangan ini sangat sederhana; sebagaimana dalam firman Allah In tanshurullah yanshurukum wayutsabbit aqdamakum”.
Dunia Islam kini tak secerah masa lalu. Sepertinya kita perlu merapikan kembali hubungan kita dengan Allah. Sudahkah kita menolong Allah? Sehingga Allah pun akan menolong kita. Kita selalu ingin menang, tapi sayang kita tak pernah kenal persepsi menang yang sesungguhnya. Wallahu a’lam.

oleh : Abu Fida Rabbany

Gema Keadilan Buka 12 Posko Bantuan Banjir Bekasi

Gema Keadilan Buka 12 Posko Bantuan Banjir Bekasi 

Organisasi kepemudaan Gema Keadilan (GK) membuka 12 Posko Banjir di kota Bekasi. Menurut salah satu pengurus GK, Ariyanto Hendra, posko bertujuan membantu warga yang mengungsi karena banjir.
“Juga untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan,” jelas Ariyanto Hendra yang juga anggota Komisi B DPRD Bekasi ini kepada hidayatullah.com, Kamis (17/01/2013) di Bekasi.
Sampai saat ini, bantuan yang disalurkan oleh GK Sendiri berupa nasi bungkus, mie instant dan tenaga relawan untuk evakuasi. Pria yang juga mantan ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini menilai bencana banjir ini adalah musibah.
“Semoga mereka yang dilanda bencana diberi kesabaran oleh Allah subhana wa ta’ala,” jelasnya lagi.
Kedua belas posko GK sendiri tersebar di daerah Kranji, Jatiwaringin, Medan Satria, Perumnas III dan sekitar Bekasi lainnya.
Banjir di Bekasi cukup merata. Mulai dari daerah Pondok Gede, Pekayon, Rawa panjang, Duren Jaya, Aren Jaya, Perumnas III dan beberapa perumahan elit ikut terendam banjir hingga setengah badan. Walau beberapa titik sudah terlihat banjir mereda. Namun menurut informasi GK masih adakemungkinan kiriman banjir dari Bogor-Jawa Barat.

Fimadani

Endang Kebo, Preman Kampung Melayu yang jatuh hati dengan PKS



Endang Kebo, begitu beliau biasa dipanggil. Seorang tokoh preman yang menjadi backing tempat protistusi lawas di sebuah kawasan di Jakarta Timur. 
Pria 52 tahun ini sudah hampir satu bulan mengikuti taklim yang diselenggarakan oleh kader PKS DPRa Kampung Melayu. Sambil belajar iqro’ untuk bisa membaca Al Quran.
Awalnya beliau diajak oleh sahabatnya yang lebih dulu ikut taklim tersebut. Perlahan seiring beliau mengikuti taklim; hatinya semakin bersemi dengan hidayah. Semangat hadirnya pun makin kuat. Rajin mengulang bacaan iqronya di rumah atau bersama rekannya yang lain yang sudah bisa. Hingga suatu saat, dengan tertunduk dia bercerita tentang masa kelamnya dulu dan sekarang. Rasa inginnya untuk mengajak teman – temannya dari lembah gelap untuk duduk bersama dalam indahnya taman surga-Nya meraih rahmat, ampunan, dan keberkahan hidup.
Bahkan di saat yang lain; beliau menangis saat bercerita kepada teman taklimnya tentang keinginannya untuk melepaskan susuk yang dipasang di beberapa bagian tubuhnya. Subhanallah, kini beliau sudah ber-’azzam tuk bersama dalam kafilah dakwah ini dengan segala keterbatasannya.

“Rabb, indah nia kuasa-Mu tuk merengkuh hamba-Mu yang terperosok dalam jurang gelap dunia.”

PKSjaktim

PKS Dirikan Puluhan Posko Banjir Ber-Call Center

 

 Banjir yang menimpa Jakarta masih belum juga surut. Ribuan rumah di Ibu Kota Negara ini pun terendam dan menyisakan para penghuni yang tak tahu harus tinggal di mana.

Menanggapi hal ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ikut bergerak cepat dan berperan aktiif dalam upaya penanganan banjir. “PKS sudah dirikan puluhan posko yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta,” kata Staf Bagian Media Massa PKS, Andy, melalui pesan singkatnya, Jumat (18/1).

Dikatakannya, posko-posko ini dibuat untuk menampung warga Jakarta yang harus menetap sementara di tempat lain, karena rumahnya terendam. Untuk memudahkan proses evakuasi korban banjir PKS sengaja mendirikan posko di setiap kecamatan yang ada.

“Supaya cepat, jadi sampai ke ke tingkat kecamatan kami dirikan posko. Setiap posko memiliki call center yang bisa dimintai bantuan,” ujarnya. Setiap warga yang melapor untuk meminta evakuasi, tim PKS akan datang dan melakukan penjemputan.

Berikut nomor telepon posko-posko PKS di setiap kecamatan yang siaga menerima laporan permintaan bantuan :

Jakarta Barat

Kecamatan Kebon Jeruk (Kedoya Utara: 087782601553; Duri Kepa: 087788393970)
Kecamatan Cengkareng (Cengkareng Timur: 02196657218; Cengkareng Barat: 085880268658; Kapuk: 085880268658; Kedaung: 02168678242)
Kecamatan Kalideres (TegalAlur: 083899011762)
Kecamatan Palmerah (JatiPulo: 08561855956; Palmerah: 085885992211; Kota Bambu Utara:02199096709)
Kecamatan Kembangan (Kembangan Sltn: 085811380856; Kembangan Utara: 08118005758; Meruya Sltn: 083870371741)
Kecamatan Grogol Petamburan (Wijaya Kusuma: 081381727745; Grogol: 02156199101; Jelambar: 081584461616; Jelambar Baru: 081213444116; Tomang: 081283071313; Tj Duren Utara: 08151674173)

Jakarta Selatan

Kecamatan Kebayoran Baru (0816832421, 085289456265)
Kecamatan Tebet (Manggarai: 085697670398; Bukit Duri: 082111054796; Kebon Baru: 081317410077/085692119360)
Kecamatan Mampang (Tegal parang: RW06 sukroni, RW03 yogi, RW05 hanafi; Mampang: RW01 nano, RW05 aris; Bangka: RW03 narti, RW04 arifin)
Kecamatan. Keb lama (Pondok pinang ali faurrahman; Kebayoran lama ilham)
Kecamatan Pasar Minggu (Sekret DPC: 085214142238; Pjtn Timur 087880066251, Pjtn barat 081388652573; Ragunan 085267392700; Jati Padang 02137637232; Cilandak Timur 087780586811)
Kecamatan Pancoran (Rawajati 08816897515; Pengadegan 081584117802; Duren tiga 087886992756; Kalibata Pulo 081281538003)
Kecamatan Jagakarsa (Tj Barat:Jl Muara)

Jakarta Utara

Kecamatan Tanjung Priok (Warakas,samping aljihad; Sunter agung: di Kantor RW8/9, RW02 Yusuf, RW05 Lasmi)
Kecamatan Penjaringan (kamal muara, di pendopo Rw01,SD 01-02, SMP 120; Kapuk di SD03; Pejagalan di Darul bina

Jakarta Timur

Kecamatan Jatinegara (5posko; Kampung Melayu: 081387674232, 02199570733; Bidaracina:02199570733, 08561700425)
Makasar (2 posko)
Kramatjati (5 posko)
Cipayung (2 posko)

Jakarta Pusat

Kecamatan Senen (Paseban: 085697150570)
Kecamatan Johar Baru (Johar Baru: 081266214626, 081374567456)
Kecamatan Tanah Abang (Karet: 0811898944; Petamburan: 0811898944)
Kecamatan Menteng (Menteng: 08158881951)
Kecamatan Kemayoran (Garuda: 081311435521; Kepu: 081311435521; Serdang: 081311435521)

PKS No.3

 

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapatkan nomor urut 3 dalam Pemilu 2014 mendatang, Senin (14/1). Nomor urut ini pun sesuai dengan apa yang telah diharapkan. Pengambilan nomor urut dilakukan oleh Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq didampingi oleh Sekjend PKS Anis Matta. Lutfi mengambil lintingan kertas dan ketika dibuka ternyata nomor urut 3.









Khadijah, Wanita Tangguh Pendamping Rasulullah SAW

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8c9BZMXLdMQjMjdVtWHuw1mMrj5imU_Vd5_WZAqteGANpZYWEJ5wr4nq_Bb9k15_gK9y-Tf16tt99iE7O75Korzpn5rJlwO4l_jcL6FoVaki1_y0q0Bji9noX6ng9ZUIF-z38CXs3P8HH/s1600/KHADIJAH.jpg 

 “Wanita penghuni surga yang paling mulia ada empat, yaitu Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah istri Fir'aun,” kata Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas.

Tentang keutamaan Khadijah, memang tak perlu diragukan lagi. Ia adalah orang pertama yang mendukung penuh tentang kenabian Muhammad SAW. Ia juga relakan seluruh hartanya yang berlimpah demi kemajuan Islam.

Bahkan, ia juga baktikan seluruh jiwa dan raganya, hingga Allah SWT menakdirkan ia meninggal di tengah-tengah masa perjuangan tanpa sempat menikmati sinar-sinar kejayaan Islam.

Dari sela-sela kisah hidupnya yang sangat mulia itu, kita menemukan satu karakter kepribadian khas yang umum dimiliki oleh kaum wanita utama lain.

1. Tokoh masyarakat
Ia disunting pertama kalinya oleh Atiq bin Abid. Begitu sang suami meninggal ia menikah dengan Abu Halah, tetapi harus menjanda kedua kali karena suaminya ini juga meninggal. Setelah itu banyak tokoh quraisy yang datang untuk melamar, namun semua itu ditolaknya secara halus.

Kedudukannya di tengah masyarakat quraisy sangat terhormat. Bukan karena keturunan dan harta, melainkan karena kepribadian dan budi pekertinya yang luhur. Ia bahkan dijuluki “At Thahirah”, yang berarti Si Wanita Suci.

2. Aktif bekerja
Masyarakat mengenal Khadijah sebagai pedagang yang sukses. Selain memiliki banyak budak laki-laki dan perempuan, Khadijah juga menyewa banyak orang untuk menjualkan barang-barangnya ke luar negeri. Apakah kesuksesan itu ia peroleh dengan cara mudah? Tentu saja tidak.

Tak jauh berbeda dengan keadaan pedagang lainnya, yang harus banyak berpergian mencari barang-barang bermutu untuk diperjual belikan kembali. Selain jeli, pedagang juga harus pandai membangun kerjasama dengan rekanan maupun karyawan.

3. Berani dan percaya diri
Sebagai istri, Khadijah memberikan dukungan penuh kepada Muhammad SAW untuk menempuh jalan kebenaran, sekalipun tak lazim. Pilihan suaminya untuk menyepi ke gua Hira misalnya, termasuk sangat aneh dan dinilai tak berguna.

Bagaimana mungkin seseorang meninggalkan kehidupan nyaman bersama anak istri dengan harta berlimpah, kemudian mengasingkan diri ke sebuah gua di puncak bukit di tengah padang pasir tak berpenghuni selama berhari-hari.

Tapi tanpa khawatir omongan orang, Khadijah dengan setia mengurusi kebutuhan suaminya saat berkhalwat di gua Hira. Jika perbekalan habis, Khadijah akan mengantarkan tambahannya, dan ia harus mendaki tebing terjal yang kemiringannya nyaris 45 derajat. Terkadang ia juga menyertai suaminya dengan mendirikan tenda tak jauh dari bukit dan tinggal di sana.

Hal itu Khadijah lakukan semua hanya dengan satu tujuan; mencari kebenaran yang secara rasio akal mustahil datang ke tengah-tengah bangsa mereka yang jahiliyah itu. Sebuah tujuan yang tak bisa dipahami orang lain, namun Khadijah berani menentangnya!

4. Pengayom
Usia dan pengalaman hidup Khadijah turut berperan menumbuhkan karakter pengayom dalam dirinya. Ketika menikah dengan Muhammad SAW, ia berusia 15 tahun lebih tua, dan telah menikah dua kali serta memiliki anak. Secara psikologis, kepribadiannya yang keibuan dan pengayom itu memberikan kasih sayang figur seorang ibu yang tidak diperoleh sempurna oleh Muhammad SAW selama hidupnya.

Secara fisik dan psikologis, Khadijah memang memiliki banyak kelebihan dibanding suaminya yang masih 'hijau' dalam kehidupan berumah tangga. Ini membuatnya memiliki kedudukan yang cukup dominan dalam rumah tangga, bahkan mampu mengambil peran sebagai pelindung suaminya. Kondisi ini tecermin saat Muhammad mengalami keguncangan karena datangnya wahyu, ia tidak terpengaruh, namun justru mengambil posisi sebagai penyelamat keadaan.

Hebatnya, dominasi kepemimpinan yang ia miliki terhadap suaminya itu tetap ia batasi, sehingga tidak sampai merebut kepemimpinan rumah tangga dari tangan suaminya. Sebagai istri shalihah, Khadijah mengambil posisi sebagai bawahan yang taat pada keputusan-keputusan suaminya dalam urusan rumah tangga mereka.

Kepribadian Khadijah ini cukup mewakili karakter kaum muslimah secara umum yang aktif dan dinamis, serta memiliki kecenderungan untuk lebih dominan terhadap suaminya. Ternyata Allah memberikan pengakuan dan pembenaran terhadap kebaradan karakter jenis ini, sepanjang tetap berada dalam batas-batas etika Islami.

Bukankah ada muslimah yang aktif bekerja maupun bermasyarakat, ada pula yang memiliki kecenderungan lebih dominan dibanding laki-laki, bahkan mendapat legitimasi dari masyarakat mengenai peran yang ia lakukan sehingga membuat ia mendapat kedudukan terhormat di tengah mereka?

Maka ini adalah salah satu jenis karakter kepribadian yang boleh jadi akan mengantar pemiliknya menuju surga, selama hal itu diarahkan di jalan Allah SWT. Wallahua'lam
 
Islamedia