Kamis, 14 Februari 2013

MUI Minta PKS Kawal RUU Jaminan Produk Halal



Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap pemerintah tidak mengambil alih proses sertifikasi halal. Pemerintah sebaiknya berperan dalam melakukan sosialisasi hingga regulasi dan pengawasan.

Demikian diungkapkan Ketua MUI KH. Amidhan saat bersilaturahim dengan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI, Rabu (13/2) di Gedung DPR. Amidhan didampingi Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim dan jajarannya, diterima Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPR dari PKS, Sohibul Iman dan anggota Panja RUU Jaminan Produk Halal (JPH), Nasir Djamil.

Amidhan mengungkapkan, kedatangannya dalam rangka meminta dukungan Fraksi PKS untuk mengawal RUU JPH dengan menjadikan MUI sebagai pihak yang diberikan kewenangan untuk melakukan proses sertifikasi halal.

“PKS jadi tumpuan harapan kami dalam memperjuangkan kehalalan produk yang dikonsumsi umat. PKS ini partai kader yang sebenarnya, dan sudah teruji konsistensinya. Alhamdulillah PKS luar biasa, mampu menyelesaikan masalah. Mampu mengubah musibah menjadi berkah. Ada musibah justru makin solid,” puji Amidhan.

Amidhan menambahkan, RUU JPH sebaiknya tidak memberi peluang kepada pemerintah untuk menerima pendaftaran permohonan sertifikasi halal. Menurutnya, sebaiknya peran pemerintah adalah pasca sertifikasi dilakukan oleh MUI.

“MUI dengan LPPOM sudah melangkah jauh. Proses permohonan sertifikasi halal sudah bisa online. Pemohon tinggal isi formulir online, lalu LPPOM MUI mengirim auditor,” tutur Amidhan.

Menanggapi Amidhan, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menegaskan, sikap PKS sudah jelas untuk mendukung kewenangan sertifikasi halal tetap ada di MUI.

“PKS sudah firm, kewenangan fatwa halal-haram itu ada di MUI. Pemerintah cukup menindaklanjuti dengan sosialisasi, pengawasan, regulasi dan lain-lain,” tandas Hidayat.

Untuk itu, Hidayat meminta MUI juga berkomunikasi dengan fraksi-fraksi lain agar mendukung upaya meloloskan RUU JPH dengan menjadikan MUI sebagai pihak yang diberikan kewenangan untuk melakukan proses sertifikasi halal. 

Fraksi PKS DPR RI

Orasi Anis Matta Bikin Ibrahim Gabung PKS



PKS Nongsa - Sebuah motor Yamaha berwarna merah parkir di depan Kantor PKS Batam. Tak lama berselang sang pengendara langsung masuk ke kantor partai dakwah ini dengan ucapan salam yang lirih. Setelah dipersilahkan duduk, pria berbadan tegap dan gelap itu mengutarakan keinginananya untuk bergabung dengan PKS.
“Pak, salat saya belum sempurna (lima waktu-red), boleh tidak saya gabung dengan PKS,” itulah ungkapan pertama yang keluar dari lisan Abdul Rohim Oang, pria asal Alor, Nusa Tenggara Timur yang sudah menetap lebih dari sepuluh tahun di Batam, Kamis (14/2/2012).
Ia bercerita, dirinya memang belum rutin salat lima waktu dan apalagi mengaji. Namun ia tersadar bahwa hidup tak akan lama, untuk itu sebagai kepala rumah tangga harus lebih baik. Apalagi kini ia sudah memiliki dua anak yang harus dididik dengan bagus.
Baginya aktivitas dan pengajian di PKS diyakininya menjadi salah satu jembatan untuk lebih mengenal Allah dan taat beribadah kepada-Nya. Alasannya PKS tidak saja partai politik, namun nuansa dakwahnya juga kental.
“Saya ingin lebih baik dan saya percaya PKS (insya Allah) bisa buat saya semakin baik,” ujarnya.
Ibrahim Oang (demikian ia disebut di kalangan kawan-kawannya) juga belum paham benar, kenapa ia senang sekali mengikuti pemberitaan seputar PKS. Ia mengaku sering menyimak pidato Anis Matta di youtube. Ia menilai orasi yang penuh semangat menjadikannya semakin mantap untuk mendaftar sebagai anggota PKS.
Berita yang menyangkut LHI juga ia ikuti. Bagi pria yang bekerja sebagai debt collector dan juga chief security di salah satu perusahaan ini, kasus menimpa LHI harus dikedepankan azaz praduga tak bersalah. Namun ia meyakini adanya motif lain dari penangkapan LHI oleh KPK.
Saat berpamitan, Ibrahim mengaku bersyukur (akhirnya) bisa mengutarakan keinginannya untuk menjadi anggota PKS. Ia pun berjanji akan aktif mengikuti kegiatan PKS. Tidak itu saja, ia akan mengajak kerabatnya untuk memilih PKS di setiap iven politik.
Selamat datang Ibrahim Oang, kami lebih bersyukur karena mendapat suntikan energi dari bapak. Semoga kami mampu menjawab harapan bapak.

Heboh !!....Wujud Asli Dajjal Terlihat Oleh Lelaki Ini

 

Sebuah Hadits menerangkan, bahwa pada suatu hari sehabis salat berjama’ah, Nabi Muhammad SAW menahan para Sahabat dan berkata sbb : “Tamim Dari, seorang Kristian yang memeluk Islam, ia menceritakan kepadaku tentang Dajjal, yang cocok dengan apa yang pernah aku ceritakan kepada kamu”. Lalu beliau menceritakan pengalaman Tamim Dari sbb :

“Pada suatu hari ia berlayar dengan beberapa orang dari kabilah Lakhm dan Judham. Setelah berlayar sebulan lamanya, mereka mendarat di sebuah pulau, dimana mereka berjumpa untuk pertama kali dengan seekor makhluk yang aneh, yang menamakan dirinya Jassassh (makna aslinya mata-mata). Jassasah
memberitahukan kepada mereka tentang seorang laki-laki yang tinggal dalam Gereja. Kemudian mereka mengunjungi orang itu dalam Gereja, yang nampak seperti raksasa, yang tangannya diikat pada lehernya, dan kakinya diikat dengan rantai, dari lutut hingga mata-kaki. Mereka bercakap-cakap dengan orang ini, yang tiba-tiba ia bertanya kepada mereka tentang Nabi SAW, dan ia mengakhiri percakapannya dengan ucapan: ‘Aku adalah Masihid Dajjal, dan aku berharap semoga aku segera dibebaskan, lalu aku dapat menjelajahi seluruh dunia, kecuali Makkah dan Madinah“.

Satu hal yang sudah pasti ialah bahwa seluruh cerita ini bukanlah kejadian biasa, melainkan sebuah visiun (ru’yah). Adapun bukti bahwa kejadian itu terjadi dalam ru’yah ialah adanya kenyataan bahwa Dajjal bertanya kepada mereka sbb:
“Ceritakanlah kepadaku tentang Nabi bangsa Ummi (bangsa Arab), apakah yang ia kerjakan”.

Pertanyaan mereka dijawab sbb: “Beliau meninggalkan Makkah dan sampai di Madinah”. Dalam Hadits lain, Dajjal diriwayatkan bertanya sbb: “Orang ini yang muncul di antara kamu, apakah yang ia kerjakan?” (Kanzul-Ummal jilid VII, hal 2024).

Bagaimana mungkin Dajjal tahu bahwa Nabi bangsa Arab telah muncul? Apakah Dajjal telah menerima wahyu? Sudah barang tentu tidak. Dan pula tak mungkin bahwa ini adalah perkara tekaan.

Kejadian-kejadian lain yang diceritakan dalam Hadits ini, semuanya menguatkan pendapat bahwa ini terjadi dalam ru’yah. Misalnya, siapakah yang mengikat tangan Dajjal pada lehernya? Siapakah yang mengikat kakinya dengan rantai? Bolehkah kami mengira bahwa Dajjal dilahirkan dalam keadaan demikian? Mengapa jassasah tidak melepas rantai Dajjal? Segala persoalan yang rumit ini hanya dapat dipecahkan apabila kami menganggap ceritera ini berasal dari ru’yah Tamim Dari.

Segala sesuatu yang diketahui oleh Nabi Suci yang berhubungan dengan masalah ini juga berlandaskan ru’yah. Allah tak pernah membawa beliau ke sebuah pulau, dan menyuruh beliau melihat Dajjal dengan mata-kepala sendiri. Sebaliknya, hanya melalui ru’yah sajalah, beliau melihat sifat-sifat Dajjal. Beliau menyajikan ru’yah Tamim Dari ini, sekadar untuk memperkuat apa yang diketahui oleh beliau dalam ru’yah sebagaimana beliau menceritakan juga impian para Sahabat lainnya. Hadits ini memberi petunjuk kepada kita, di mana tempat-tinggal Dajjal :

1. Ia tinggal di sebuah pulau.
2. Letak pulau ini sejauh satu bulan pelayaran dari Syria.

Masih ada satu lagi yang orang dapat ketahui dari Hadits ini, yakni, bahwa pada zaman Nabi, Dajjal sudah ada, tetapi ia belum diizinkan keluar.
 
ZILZAAL.blogspot.com

Di jebak oleh kader PKS


 Pemberitaan tentang PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang kian membanjiri media massa maupun dunia maya membuat saya tertarik untuk membuat tulisan tentang partai bernama PKS ini. Sebuah partai yang menjadi sorotan dan bahan pembicaraan banyak politisi, pengkritisi maupun organisasi. Sebuah partai berlabel islam yang dikemas dengan kesan modern, tidak ketinggalan jaman dan dikenal memiliki ribuan kader tangguh, kreatif dan intelek.


Suatu hari aku yang pada waktu itu masih haus akan belajar tentang islam, maklum karena baru aja tobat dari dunia jahiliah, diajak oleh seorang teman untuk mengikuti pengajian yang diisi oleh Ustad Alam, S.Pd, seorang guru di salah satu SMP IT di Bengkulu. Sang ustad tidak terlihat seperti ustad- ustad lain yang sering kutemui sewaktu mengikuti kajian- kajian islam, tidak memakai sarung, dan kopiah, hanya membawa laptop, buku catatan kecil dan sebuah mushaf Al Qur’an. Sedikit berbeda dari kebanyakan ustad yang akan mengisi pengajian dengan atribut khususnya. Pengajian yang diadakan juga hanya diikuti oleh 7 orang saja. Kontan aku waktu itu mengira jangan- jangan ini aliran sesat yang sering dibilang orang kampung itu. Tapi aku berpikir positif saja, diselidiki dulu baru nanti disimpulkan apa sesat atau tidak.

Hari demi hari berganti, pengajian mingguan yang kami ikuti sudah lebih dari satu bulan. Tidak ada hal- hal yang mencurigakan yang kami alami, tidak ada penyimpangan yang terlihat, dan tidak ada amalan- amalan khusus yang wajib kami jalani sewaktu ikut pengajian dengan ustad Alam. Materi yang diberikan beliau seputar ilmu fikih, dunia islam, bahasa arab dan sebagainya, membuat aku menjadi heran, dari mana ustad ini belajar, padahal dia jurusan matematika lulusan Universitas Bengkulu. Kok bisa tahu banyak tentang agama, jadi ustad lagi. Akhirnya selidik demi selidik kami mengetahui bahwa ustad kami juga ikut pengajian seperti kami juga, dan banyak ikut pelatihan bahasa arab, fikih dan sebagainya. Beliau salah satu kader PKS kota Bengkulu, beliau aktif di PKS sudah 8 tahun lebih. Pribadi beliau yang sederhana, ramah, dan perhatian pada kami telah menghipnotis kami dan menjadikan kami cinta pada beliau. Sesekali kami minta beliau mengisi materi tentang politik, karena saat itu negeri ini sedang kacau dengan urusan politik dan skandal korupsi. Kami banyak mendapat pencerahan dari beliau dan banyak diceritakan kisah- kisah bagaimana perjalanan para kader PKS yang ada di DPR, MPR, maupun lembaga pemerintahan lain untuk memperjuangkan kebenaran.

Kami tidak pernah diajarkan untuk menjadi seorang pemberontak, penentang pemerintah, merasa benar sendiri ataupun memusuhi orang yang tidak sependapat dengan kami. Akan tetapi, kami diajarkan untuk menjadi orang yang taat beribadah, berani menyampaikan kebenaran, penyabar, bersikap santun, berguna bagi masyarakat, dapat melakukan perubahan moral masyarakat, memberikan pelayanan dan menjadi agent of change untuk Indonesia yang lebih maju. Itu yang selalu ditanamkan dalam diri kami. untuk itu kami dibekali dengan pemahaman islam yang benar, universal tidak parsial, damai tidak radikal, dan terbuka tidak eksklusif. Pengajian yang terkesanlebih modern sesuai dengan kemajuan zaman ini sangat menghipnotis kami sebagai para pemuda yang memiliki nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa ini.

Sudah 4 tahun lebih kami masih aktif mengikuti pengajian yang dilakukan oleh kader- kader PKS. Ketika orang bertanya apakah kami orang PKS, kami malu untuk menjawab dan mengaku kader PKS, karena kami takut nanti memperburuk citra PKS, kami kenal kader-kader PKS selalu menjaga sholatnya, aktif di masjid, suka menghapal Al Qur’an, selalu menjaga sholat sunnah dan sholat tahajudnya, sedangkan kami…masih sangat jauh dari itu. Kami takut dengan kami mengaku sebagai kader PKS, ketika kami salah mereka menghakimi PKS, bukan kesalahan kami atau kami sendiri. Untuk itu kami hanya mengaku sebagai simpatisan PKS.

Kami sudah dijebak oleh kader- kader PKS ke dalam telaga ilmu yang menghilangkan dahaga ilmu kami dan telaga kebaikan yang menjadikan kami semakin giat berlomba untuk berbakti kepada masyarakat dan terjebak dengan kegiatan- kegiatannya yang membuat kami semakin termotivasi untuk berprestasi, bekerja giat dan membanggakan bagi Indonesia ini. Andai saja kami tidak dijebak oleh kader- kader PKS yang ikhlas ini, mungkin kami tidak akan merasakan kenikmatan berbakti pada masyarakat, bangsa dan agama seperti sekarang ini. Mudah- mudahan lebih banyak lagi orang yang bisa dijebak oleh kader-kader PKS di jalan kebaikan ini. Salam cinta untuk PKS…!!

 Oleh : Apriza Hongko Putra

Kader DPRa Pondok Jagung Istiqomah membina pewaris negeri


Dalam Rangka membuktikan komitmen PKS sebagai partai dakwah, kader-kader PKS Ranting pondok jagung serpong utara sejak 1 tahun yang lalu melengkapi program pembinaan nya dengan membuat Kegiatan Belajar mengajar quran yang khusus untuk pemula (Iqro).

sebelumnya DPRa PKS pondok jagung juga telah membuat program pembinaan untuk segment remaja/i musholla dan masjid yang bisa dibilang cukup sukses dalam perjalananya, maka KBM kelas iqro ini pun di proyeksikan mampu menumbuh kembangkan kesadaran anak-anak muslim untuk mempelajari quran sejak dini.

sekretaris DPRa yang sekaligus menggawangi program pembinaan ummat di pondok jagung, Joko widikdo mengatakan bahwa program pembinaan semacam ini sangatlah diminati dan didukung oleh sebagian besar masyarakat. "alhamdulillah ,dari sejak dilaksanakannya program-program pembinaan ini masyarakat pada umumnya sangat mendukung dan merasa terbantu denganya.." ,demikian katanya.

kedepan nantinya DPRa ponja mentargetkan semoga disetiap rumah kader bisa dijadikan pusat pembinaan menuju masyarakat yang qurani.

Bedah Buku “Bekal Untuk Kader Dakwah”



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) didirikan, memiliki misi tersendiri. Salah satunya, menjadikan partai sebagai sarana dakwah. Namun, dalam perkembangannya, para kader partai ini belum bisa menterjemahkan cita-cita para founding father organisasi mereka.
Sekretaris Bidang Pelayanan Ummat DPP PKS Ustadz Ika Fitriyadi menyatakan, kader PKS kekurangan ruang untuk merefleksikan pengabdiannya di partai berlambang padi yang diapit dua bulan sabit kembar itu. “Padahal, banyak hal yang harus dilakukan dan semua harus dimulai. Jika kita mengisi ruang-ruang itu maka ke depan PKS bisa menjadi rumah bagi semua,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam diskusi dan bedah buku berjudul “Bekal untuk Kader Dakwah” di Rumah Makan Pecel Pincuk Godong Ijo, Bintaro, Pondok Aren, Sabtu (9/2).
Untuk mempresentasikan gerakan dakwah, Ika Ustadz Ika, para kader PKS mendapatkan referensi dari buku yang tengah dibedah hari itu. Bahwa, buku yang ditulis salah satu pentolan PKS Ustadz Hilmi Aminiddin tersebut, berisi kumpulan taujih (nasehat).
“Dalam buku ini, banyak bahasa-bahasa yang mendalam dan perlu waktu untuk memahaminya,” kata Ika dalam kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Serpong Utara ini.
Dia mengakui banyak kader PKS yang belum memahami penanaman pewarisan ideologi sebagai gerakan dakwah yang bertransformasi menjadi partai politik. Artinya masih perlu waktu untuk memformulasikan konsepnya ke masyarakat.
“Hari ini yang terjadi adalah, kita kesulitan untuk memformalkan dan membahasakan konsep ke masyarakat,” ungkapnya.
Dalam buku itu juga, lanjut Ika, harapan penulis adalah jajaran sekjen untuk bisa menjembatani agar PKS menjadi partai berbasis pengetahuan (knowledge based party), “Yaitu partai modern dengan kader-kader yang mempunyai kemampuan mumpuni dibidangnya,” jelasnya.
Dr. Abu Fanani, Direktur Indonesian Quality Research Agency (IQRA), yang juga menjadi pembicara dalam acara bedah buku ini mengatakan, isi dalam buku ini banyak istilah asing (bahasa arab dan inggris). Padahal buku ini sudah dijual bebas. “Seharusnya sebelum keluar, buku ini ada proses edit bahasa hingga masyarakat umum bisa memahaminya,” ujarnya.
Arif Wahyudi, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tangsel yang menjadi moderator dalam acara ini menambahkan, acara diskusi, seminar atau bedah buku bagian dari arahan Ustadz Hilmi Aminuddin untuk menjadikan PKS sebagai partai berbasis pengetahuan. Menurutnya, untuk sampai pada pengetahuan ada dua jalur yaitu membaca pengetahuan orang lain dan melakukan riset sendiri.
Dalam satu bagian di buku itu, ujar Arif, diingatkan bahwa nilai yang dipegang PKS adalah Islam. Kemudian, gerakan yang dilakukan adalah dakwah. Maka, organisasi dan parpol yang didirikan itu semata untuk dakwah.
“Namun, bila satu atau beberapa kader terbaik terbukti bersalah, maka kesalahan itu tidak kita ikuti. Kita harus bisa memilah antara ajaran dan pengajar,” tegasnya.
 
Tangselpos

Senin, 11 Februari 2013

Kisah mengharukan

Foto: Kisah mengharukan pada saat pengumuman pemenang hadiah utama door prize di acara Tabligh Akbar Safari Dakwah 3 DPP PKS Wilda Sumatera, di Bangka Belitung.
Satu. Seorang Ibu bernama Sri Kirana, warga Kelurahan Pintu Air Atas, tak henti-hentinya mengucapkan syukur setelah meraih tiket umroh di acara Door Prize Tabligh Akbar PKS di kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung (25/1/2013). Sebelum diserahkannya hadiah tersebut secara simbolis oleh Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaaq, mengajaknya berdialog di atas panggung. 
"Suami ibu namanya siapa?" tanya Presiden PKS. 
"Supriadi" jawab ibu itu.
"Suami ibu kerjanya apa?"
"Buruh"
"Kalau dikasih tambahan hadiah, ibu mau ngajak siapa pergi umrohnya?
"Saya.. saya mau ngajak suami saya," jawab ibu itu dengan mata mulai berkaca-kaca.
"Kenapa mau ngajak suaminya, bu?" tanya Presiden PKS lagi.
"Karena suami saya dulu pernah dapat rezeki umroh, ditawarin umroh, begitu.. dia bilang saya mau berangkat sama istri saya, kalau gak sama istri saya, saya nggak mau,"… Serempak panitia serta masyarakat yang menyaksikan mengucapkan takbir, "Allahu Akbar."
"Baik, untuk ibu Sri Kirana hadiah umrohnya diberikan oleh panitia, sedangkan umroh untuk suaminya dibiayai oleh DPP PKS," kata Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS. Kembali warga masyarakat bertakbir, sambil menyeka air mata masing-masing karena haru. 

Dua.
DR. Hidayat Nur Wahid berkesempatan mencabut undian untuk hadiah kedua, sebuah sepeda motor. Ternyata pemenangnya adalah seorang gadis cilik baru berumur 9 tahun. "Saudara sekalian, mari kita saksikan… seorang gadis kecil ternyata sudah berani datang ke acara Partai Keadilan Sejahtera," demikian beliau memberi komentar setelah sang anak maju ke atas panggung.
"Namanya siapa, nak?" tanya HNW
"Nofi"
"Pernah datang ke kantor PKS?" yang ditanya menggelengkan kepala
"Kalau sudah dapat motor ini, mau datang ke kantor PKS?"
"Mau."
"Tapi kalau mau pake motornya, harus punya SIM dulu, mau diberikan ke siapa nanti motornya, apa bapaknya datang ke sini?." tanya HNW lagi. Kemudian panitia memanggil, agar bapaknya Nofi ikut ke panggung. 
"Enggak, enggak punya bapak" aku Nofi lirih.
"Ibunya?" tanya HNW. Tapi Nofi kemudian menangis, sambil menggelengkan kepala. Barulah semua orang yan hadir tahu bahwa Nofi ternyata seorang yatim piatu dan kini tinggal bersama neneknya. HNW pun menyerahkan hadiah tersebut di antara para hadirin yang menyaksikan. Saat itu suasana benar-benar mengharukan. 

Kisah mengharukan pada saat pengumuman pemenang hadiah utama door prize di acara Tabligh Akbar Safari Dakwah 3 DPP PKS Wilda Sumatera, di Bangka Belitung.
Satu. Seorang Ibu bernama Sri Kirana, warga Kelurahan Pintu Air Atas, tak henti-hentinya mengucapkan syukur setelah meraih tiket umroh di acara Door Prize Tabligh Akbar PKS di kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung (25/1/2013). Sebelum diserahkannya hadiah tersebut secara simbolis oleh Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaaq, mengajaknya berdialog di atas panggung.
"Suami ibu namanya siapa?" tanya Presiden PKS.
"Supriadi" jawab ibu itu.
"Suami ibu kerjanya apa?"
"Buruh"
"Kalau dikasih tambahan hadiah, ibu mau ngajak siapa pergi umrohnya?
"Saya.. saya mau ngajak suami saya," jawab ibu itu dengan mata mulai berkaca-kaca.
"Kenapa mau ngajak suaminya, bu?" tanya Presiden PKS lagi.
"Karena suami saya dulu pernah dapat rezeki umroh, ditawarin umroh, begitu.. dia bilang saya mau berangkat sama istri saya, kalau gak sama istri saya, saya nggak mau,"… Serempak panitia serta masyarakat yang menyaksikan mengucapkan takbir, "Allahu Akbar."
"Baik, untuk ibu Sri Kirana hadiah umrohnya diberikan oleh panitia, sedangkan umroh untuk suaminya dibiayai oleh DPP PKS," kata Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS. Kembali warga masyarakat bertakbir, sambil menyeka air mata masing-masing karena haru.

Dua.
DR. Hidayat Nur Wahid berkesempatan mencabut undian untuk hadiah kedua, sebuah sepeda motor. Ternyata pemenangnya adalah seorang gadis cilik baru berumur 9 tahun. "Saudara sekalian, mari kita saksikan… seorang gadis kecil ternyata sudah berani datang ke acara Partai Keadilan Sejahtera," demikian beliau memberi komentar setelah sang anak maju ke atas panggung.
"Namanya siapa, nak?" tanya HNW
"Nofi"
"Pernah datang ke kantor PKS?" yang ditanya menggelengkan kepala
"Kalau sudah dapat motor ini, mau datang ke kantor PKS?"
"Mau."
"Tapi kalau mau pake motornya, harus punya SIM dulu, mau diberikan ke siapa nanti motornya, apa bapaknya datang ke sini?." tanya HNW lagi. Kemudian panitia memanggil, agar bapaknya Nofi ikut ke panggung.
"Enggak, enggak punya bapak" aku Nofi lirih.
"Ibunya?" tanya HNW. Tapi Nofi kemudian menangis, sambil menggelengkan kepala. Barulah semua orang yan hadir tahu bahwa Nofi ternyata seorang yatim piatu dan kini tinggal bersama neneknya. HNW pun menyerahkan hadiah tersebut di antara para hadirin yang menyaksikan. Saat itu suasana benar-benar mengharukan.

dakwatuna
 

Subhanallah, Warga dan Tokoh Masyarakat Justru Berbondong-Bondong Masuk PKS

 

Luthfi Hasan Ishaaq yang pada waktu itu merupakan Presiden PKS ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena dituduh terlibat dalam suap impor daging sapi. Dan tidak kurang dari 12 jam, Luthfi digelandang ke KPK. Hal ini tentu saja merupakan hantaman tersendiri kepada tubuh PKS.
Masyarakat dibuat bingung dengannya. Karena banyak yang menaruh harapan kepada PKS sebagai “benteng terakhir” pemberantasan korupsi di Indonesia, khususnya pada perpolitikan Indonesia. Ditambah lagi beberapa pengamat  mengatakan di berbagai media bahwa kejadian ini akan berdampak kepada turunnya suara PKS menjelang pemilu 2014.
Namun pada kenyataannya justru terbalik. Sebelum ini telah diberitakan bahwa ada seorang ibu di Bandung langsung menelepon DPW PKS Jabar untuk mendaftar menjadi anggota PKS. Dia mengatakan bahwa dia tahu PKS walau sedang ada gonjang ganjing ini. Seorang mahasiswi di UNPAD menyatakan ingin bergabung dengan PKS melalui twitter dengan memention anak seorang kader PKS.
Lalu di NTT beberapa tokoh mengucapkan simpati dan kagum kepada kader-kader PKS dan Presiden PKS yang baru. Sedangkan di Maluku, tepatnya di daerah Kab MTB dan MBD yang berbatasan dengan Timor, ada lima tokoh masyarakat setempat yang masing-masing ada yang beragama Katolik dan ada yang Protestan minta untuk bergabung dan menjadi pengurus PKS di sana.
Lain lagi dengan di Ujung Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Di sana ada 3 orang, 2 Protestan dan 1 Katolik, minta diangkat jadi Pengurus PKS di Balikpapan. Wartawan Senior Tribun tertegun dan menangis menyaksikan Pidato Presiden PKS. Dan ibu-ibu rumah tangga datang ke rumah menangis karena merasa PKS dizhalimi…
Sedangkan di Yogyakarta, sebagaimana disampaikan sendiri oleh DR Sukamta Ketua DPW PKS DIY, seorang Ustadz besar sekaligus tokoh masyarakat setempat yang sangat disegani (yang dulunya sulit dan alergi dengan PKS) mengirimkan sms ke pengurus PKS sebagai berikut:

“Assalamu ‘alaikum. Bismillahirrohmanirrohiem. Dengan ini, saya, ustad [nama dirahasiakan], menyatakan diri bergabung ke Partai Keadilan Sejahtera. Wassalamu’alaikum.”
Di DPC Sukun Malang, ada seorang ayah yang fanatik dengan PDIP, sehingga membatasi anaknya untuk tidak ikut acara-acara PKS, tapi setelah si ayah melihat orasi Presiden PKS baru Anis Matta di TV, ada yang beda dia rasakan, dia pun menyetujui anaknya bergabung dengan PKS.
Sedangkan di Garut, beberapa orang yang terdiri dari Hanura, PAN, PBB dan mantan caleg PKNU semua SMS dan menyatakan siap dukung PKS di 2013-2014.
Berita terbaru yang didapatkan redaksi dakwatuna.com, seluruh remaja masjid dan pemuda Muhammadiyah Terara meminta kartu anggota PKS untuk dijadikan anggota PKS. Hal ini terjadi setelah DPC Terara Lotim NTB, nonton bareng pidato politik Anis Mata di youtube.
Sedangkan seorang tokoh masyarakat Majene yang merupakan PNS, dosen UNM, dan Pengusaha setempat, ikut menonton pidato politik  Presiden PKS Anis Matta bersama istrinya di televisi. Tiba-tiba sang istri berkata: “Bagaimana kalo ayah masuk PKS saja dan tinggalkan PNS”. Dan hari ini tokoh tersebut sudah menemui pengurus DPD, menyatakan siap masuk PKS dan siap memberikan 8 unit motor, 1 mobil untuk DPD Majene, serta rumah beliau di Majene yang besar dipinjamkan untuk kantor DPD Majene.
 
pks piyungan

Ratusan Warga Aceh Besar Daftar Jadi Kader PKS

 

Liputan6.com, Banda Aceh : Ratusan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar menyatakan diri bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka tidak terpengaruh terhadap kasus penetapan tersangka terhadap mantan presiden partai itu, Luthfi Hasan Ishaaq.

Ketua Daerah I DPW PKS Aceh Iwan Sulaiman di Banda Aceh, Kamis (7/2/2013), menyatakan, sebanyak 405 masyarakat yang berasal dari Kabupaten Aceh Besar telah menyatakan diri bergabung dengan partai tersebut.

Menurut Iwan, bergabungnya ratusan masyarakat Kabupaten Aceh Besar dengan PKS merupakan bukti bahwa masyarakat tidak terpengaruh dengan kasus yang menimpa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang dijadikan tersangka oleh KPK.

Ia mengatakan, bergabungnya ratusan masyarakat di kabupaten Aceh Besar ke partai tersebut terjadi tiga hari pascapenahanan mantan presiden partai tersebut oleh KPK.

"Masyarakat tidak peduli dengan berita-berita miring terhadap PKS, mereka melihat kerja nyata kader di lapangan, dimana kader PKS selalu bersama rakyat menghidupkan berbagai aktifitas sosial, keagamaan, pendidikan, penanganan bencana serta pos ekonomi keluarga di gampong," katanya.

Iwan menambahkan, bergabungnya ratusan masyarakat tersebut juga tidak terlepas dari kerja keras kader dan kesolidan struktur PKS hingga tingkat bawah dalam menggerakkan mesin partai. "Seluruh anggota yang bergabung dengan PKS akan segera dikeluarkan KTA," katanya.

Pihaknya akan terus bekerja maksimal dan menyakinkan para konsituen yang ada di seluruh kabupaten/kota di provinsi ujung paling barat Indonesia itu dalam mewujudkan target tiga besar pada pemilihan legislatif 2014.

Dan Merekapun Menyatakan Diri Bergabung

 

Ikhwati fillah di tengah kepungan pasukan ahzab, selalu saja ada orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk mendukung da'wah.

Begitulah yang terjadi saat ini. Berikut serba- serbinya, semoga kita yang sudah berada dalam shaf ini manjadi lebih kokoh merapatkan barisan dan tsiqah kepada qiyadah:

** Feb 1 Fri 19:04 **
Tate Qomaruddin: Ada dua kejadian, kemarin (Jumat) di Bandung: 1. Seorang ibu menelepon staf Bid Humas DPW seraya menyatakan keinginannya daftar jadi anggota PKS. Ketika ditanya, "Kok...dlm gonjang ganjing gini..? Dia menjawab, "Saya tdk terpengaruh. Saya tahu PKS!"

** Feb 1 Fri 19:07 **
Tate Qomaruddin: 2. Anak saya, perempuan (kuliah di UNPAD) dapat tweet dari teman semasa SMA (sang teman adlh org umum, bukan keluarga kader) yg menyatakan mau gabung dg PKS!

** Feb 2 Sat 09:44 **
Suharjito Esha: Allahu Akbar. Di NTT juga demikian. Beberapa tokoh mengucapkan simpati dan kagum kpd kader2 PKS & Presiden PKS yg baru.

** Feb 2 Sat 11:42 **
S Mudzakir Assagaf: Di Maluku tepatnya di daerah Kab MTB dn MBD yg berbatasan dg Timor2, ada lima tokoh masyarakat setempat yg masing2 ada yg beragama katolik dn ada yg protestan minta u bergabubg dn menjadi pengurus PKS disana. Smoga ini menjadi tanda baik bagi dakwah. Allah akbar...!!!

** Feb 2 Sat 11:42 **
Tate Qomaruddin: Allahu akbar!

** Feb 2 Sat 12:03 **
Masykur Sarmian: Di Ujung Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur ada 3 orang 2 protestan dan 1 katolik, minta di angkat jadi Pengurus PKS, Di Balikpapan Wartawan Senior Tribun tertegun dan menangis menyaksikan Pidato Presiden PKS dan satu lagi Ibu2 rumah datang ke rumah menangis krn merasa PKS didholimi.., Allohu Akbar!!!

** Feb 2 Sat 13:44 **
Sukamta: Allahu Akbar. Pagi td ditelp dan sms, dr seorang Ustadz kabir di Jogja, Ustadz Umar Budiargo, yg selama ini susit (susah dan sulit) dan cenderung negatif pd PKS, Berikut smsnya:
Assalamu'alaikum.
Bismillahirrohmanirrohiem. Dengan ini, saya, ustad Umar Budihargo, menyatakan diri bergabung ke Partai Keadilan Sejahtera.
Wassalamu'alaikum.

Islamedia

Surat terbuka untuk yang kami cintai, Ustadz Yusuf Supendi

Foto: Surat terbuka untuk yang kami cintai, Ustadz Yusuf Supendi 

Islamedia - Bismillahirohmanirohim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Entah dengan kata apa kami gambarkan perasaan hormat kami padamu wahai muasis dakwah. Semoga kata-kata ini mewakili perasaan kami, kami sangat mencintaimu.

Kami sadar mungkin tanpamu kami tak akan menikmati indahnya jalan ini. Jalan dimana peluh berubah menjadi nikmat, jalan dimana cerca menjadi semangat beramal. Jalan yang paling indah yang pula dilalui oleh para Nabi dan Rasul serta orang-orang beriman. Dan kaulah yang telah berjuang dengan peluhmu hingga dakwah itu sampai pada kami dan kami menikmatinya hingga saat ini.

Ustad, kami mungkin tidak pernah sekalipun bertemu dengan antum begitupula antum. Tapi ada kata yang ingin kami sampaikan dari balik surat ini, kami sangat mencintaimu.

Memutih rambutmu, jenggotmu bukan pertanda lusuh. Kami yakin itulah simbol kecemerlanganmu, saksi atas segala kebersahajaanmu. Kaulah yang telah menjadi perantara cahaya Allah atas kami, bagaimana mungkin Allah tak hadirkan cahaya itu diwajahmu, ustad kami mencintaimu.

Kami hanya ingin kau tahu bahwa apa yang selama ini kau ungkapkan kepada khalayak tentang pemimpin-pemimpin jamaah ini membuat hati kami tersayat. Bukan, bukan karena kami lebih mencintai mereka daripadamu. Tapi kami mencintai mereka sama seperti kami mencintaimu, karena besarnya amal dakwah kalian. Dan mereka adalah bagian dari dakwah ini.

Ustad tentu diri yang dangkal ini tak mampu disandingkan dengan kedalamanmu dalam ilmu. Kau pasti mengenal hali ini “Seorang hamba yang menutupi aib orang lain di dunia, kelak Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.” (HR.Muslim) 

Kau juga pasti telah mengetahui dan mengamalkan pula keutamaanya, serta balasannya jika kita melanggarnya.

Ustad, kami tak rela kau bersanding satu kubu dengan orang yang telah merusak agama ini. Dan seolah se-iya dengan agenda utama mereka yakni mengganggu kekokohan jamaah ini. Apakah kau tak merasa risih, ataukah tak kau hiraukan itu. Ustad ketahuilah bahwa kami sangat mencintaimu.

Atas apa yang kau ceritakan tentang rusaknya jamaah ini kami sadar betul bahwa jamaah ini adalah sekumpulan manusia, tempat khilaf dan dosa. Tapi bukankah dari yang berdosa itu lebih baik adalah orang-orang yang bertaubat. Sebagaimana Rasulullah sampaikan, “Setiap anak Adam sering melakukan dosa dan sebaik-baiknya orang yang melakukan dosa adalah orang-orang yang bertaubat”. (HR. Ibnu Majah)

Lalu mengapa kau salahkan kami yang ingin bertaubat memohon ampun kepada Rabb kami?. Lalu kau memperkeruhnya dan seolah kami memang pesakitan dan tak pantas bertaubat. Ustad ketahuilah kami mencintaimu.

Kami tak jua mengerti apa yang kau inginkan dari apa yang kau lakukan. Tapi kami meyakini bahwa kau jua mencintai kami. Kami tak lantas paham jua mengapa kau seolah bersemangat sekali mengungkap semua keburukan saudaramu disaat kami berusaha untuk bangkit. Padahal tentu kau sangat memahami betul, jauh lebih paham daripada kami bagaimana menjaga keutuhan jamaah ini. Bagaimana sulitnya membangun citra dakwah yang baik dimata masyarakat. Namun setelah apa yang terus kau timpakan ini ada yang ingin kami sampaikan padamu . kami sangat mencintaimu.

Kami rindu saat kau menyembuhkan haus kami dari dahaga ilmu, kami rindu saat kau bakar semangat kami dengan hujaman nasihatmu,tapi bukan dengan cara seperti ini.

Ustad, kau tahu betapa cintanya kami pada jalan ini, bukan pada golongan ini. Dan apapun yang merusak cinta kami terhadapnya maka kami akan menolaknya.

Dalam dakwah pasti ada rintangan, ada ujian itulah tabiat dakwah sesungguhnya. Dan kami ingin lalui ujian-ujian dakwah ini bersamamu. Melewati masa sulit ini dengan berjuang bersamamu, dibarisan ini, barisan yang kau bina.

Ustad yang kami cintai karena Allah, percayalah jika kau mengetahui cinta ini kepadamu tentu kau tak akan sampai hati melukainya. Bahkan kau tak mungkin membuatnya gusar terlebih lagi futur dan terlempar.

Ustad, kami ingin sampaikan bahwa, Allah yang menjaga dakwah ini Ia pula yang akan memudahkan setiap langkah-langkahnya. Tak ada satupun yang mampu menghalangi dan memadamkan cahaya dakwah ini. Kami sadar kami banyak kelemahan maka itu kami memohon ampun dan pertolongan hanya kepada Allah.

Di akhir surat ini , kami ingin sampaikan salam dari saudara-saudara kami yang masih ikhlas dalam perjuangannya. Yang masih murni dalam setiap amal dakwahnya, yang masih bergelora semangat kebaikannya, yang masih kokoh dalam barisan jamaah ini. kami sangat mencintaimu.

Barakallahufik ya ustadz,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

5 Februari 2013 / 23 Rabiul Awwal 1434 H
Dari sudut kampung,
Abu Niyazi



Bismillahirohmanirohim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Entah dengan kata apa kami gambarkan perasaan hormat kami padamu wahai muasis dakwah. Semoga kata-kata ini mewakili perasaan kami, kami sangat mencintaimu.

Kami sadar mungkin tanpamu kami tak akan menikmati indahnya jalan ini. Jalan dimana peluh berubah menjadi nikmat, jalan dimana cerca menjadi semangat beramal. Jalan yang paling indah yang pula dilalui oleh para Nabi dan Rasul serta orang-orang beriman. Dan kaulah yang telah berjuang dengan peluhmu hingga dakwah itu sampai pada kami dan kami menikmatinya hingga saat ini.

Ustad, kami mungkin tidak pernah sekalipun bertemu dengan antum begitupula antum. Tapi ada kata yang ingin kami sampaikan dari balik surat ini, kami sangat mencintaimu.

Memutih rambutmu, jenggotmu bukan pertanda lusuh. Kami yakin itulah simbol kecemerlanganmu, saksi atas segala kebersahajaanmu. Kaulah yang telah menjadi perantara cahaya Allah atas kami, bagaimana mungkin Allah tak hadirkan cahaya itu diwajahmu, ustad kami mencintaimu.

Kami hanya ingin kau tahu bahwa apa yang selama ini kau ungkapkan kepada khalayak tentang pemimpin-pemimpin jamaah ini membuat hati kami tersayat. Bukan, bukan karena kami lebih mencintai mereka daripadamu. Tapi kami mencintai mereka sama seperti kami mencintaimu, karena besarnya amal dakwah kalian. Dan mereka adalah bagian dari dakwah ini.

Ustad tentu diri yang dangkal ini tak mampu disandingkan dengan kedalamanmu dalam ilmu. Kau pasti mengenal hali ini “Seorang hamba yang menutupi aib orang lain di dunia, kelak Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.” (HR.Muslim)

Kau juga pasti telah mengetahui dan mengamalkan pula keutamaanya, serta balasannya jika kita melanggarnya.

Ustad, kami tak rela kau bersanding satu kubu dengan orang yang telah merusak agama ini. Dan seolah se-iya dengan agenda utama mereka yakni mengganggu kekokohan jamaah ini. Apakah kau tak merasa risih, ataukah tak kau hiraukan itu. Ustad ketahuilah bahwa kami sangat mencintaimu.

Atas apa yang kau ceritakan tentang rusaknya jamaah ini kami sadar betul bahwa jamaah ini adalah sekumpulan manusia, tempat khilaf dan dosa. Tapi bukankah dari yang berdosa itu lebih baik adalah orang-orang yang bertaubat. Sebagaimana Rasulullah sampaikan, “Setiap anak Adam sering melakukan dosa dan sebaik-baiknya orang yang melakukan dosa adalah orang-orang yang bertaubat”. (HR. Ibnu Majah)

Lalu mengapa kau salahkan kami yang ingin bertaubat memohon ampun kepada Rabb kami?. Lalu kau memperkeruhnya dan seolah kami memang pesakitan dan tak pantas bertaubat. Ustad ketahuilah kami mencintaimu.

Kami tak jua mengerti apa yang kau inginkan dari apa yang kau lakukan. Tapi kami meyakini bahwa kau jua mencintai kami. Kami tak lantas paham jua mengapa kau seolah bersemangat sekali mengungkap semua keburukan saudaramu disaat kami berusaha untuk bangkit. Padahal tentu kau sangat memahami betul, jauh lebih paham daripada kami bagaimana menjaga keutuhan jamaah ini. Bagaimana sulitnya membangun citra dakwah yang baik dimata masyarakat. Namun setelah apa yang terus kau timpakan ini ada yang ingin kami sampaikan padamu . kami sangat mencintaimu.

Kami rindu saat kau menyembuhkan haus kami dari dahaga ilmu, kami rindu saat kau bakar semangat kami dengan hujaman nasihatmu,tapi bukan dengan cara seperti ini.

Ustad, kau tahu betapa cintanya kami pada jalan ini, bukan pada golongan ini. Dan apapun yang merusak cinta kami terhadapnya maka kami akan menolaknya.

Dalam dakwah pasti ada rintangan, ada ujian itulah tabiat dakwah sesungguhnya. Dan kami ingin lalui ujian-ujian dakwah ini bersamamu. Melewati masa sulit ini dengan berjuang bersamamu, dibarisan ini, barisan yang kau bina.

Ustad yang kami cintai karena Allah, percayalah jika kau mengetahui cinta ini kepadamu tentu kau tak akan sampai hati melukainya. Bahkan kau tak mungkin membuatnya gusar terlebih lagi futur dan terlempar.

Ustad, kami ingin sampaikan bahwa, Allah yang menjaga dakwah ini Ia pula yang akan memudahkan setiap langkah-langkahnya. Tak ada satupun yang mampu menghalangi dan memadamkan cahaya dakwah ini. Kami sadar kami banyak kelemahan maka itu kami memohon ampun dan pertolongan hanya kepada Allah.

Di akhir surat ini , kami ingin sampaikan salam dari saudara-saudara kami yang masih ikhlas dalam perjuangannya. Yang masih murni dalam setiap amal dakwahnya, yang masih bergelora semangat kebaikannya, yang masih kokoh dalam barisan jamaah ini. kami sangat mencintaimu.

Barakallahufik ya ustadz,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

5 Februari 2013 / 23 Rabiul Awwal 1434 H
Dari sudut kampung,
Abu Niyazi
 

FUI kecam Said Aqil yang minta waspadai Muslim berjanggut

FUI kecam Said Aqil yang minta waspadai Muslim berjanggut 

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ustadz Muhammad Al Khaththath mengecam pernyataan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU), Said Aqil Siradj,  yang meminta warga NU mewaspadai Muslim berjanggut.
“Said Aqil kok bahas janggut? Kalau ajaran transinternasional itu ajaran Nabi Muhammad, berarti harus dijalankan. Misalnya shalat, haji, atau puasa, itu ajaran transinternasional yang harus dijalankan,” tegas Ustadz Al Khaththath seperti dilansir itoday (08/02).
Menurut Ustadz Al Kaththath, tidak seharusnya Said Aqil menuding pihak-pihak yang sebenarnya meneladani Nabi Muhammad sebagai kelompok yang membahayakan NKRI. “Said Aqil ngawur. Saya heran mengapa ada kiai yang menolak ajaran transinternasional. Memang yang bersangkutan tidak shalat, puasa atau haji? Ibadah ibadah itu juga ajaran transinternasional,” tegas Al Khaththath.
Seperti diberitakan sebelumnya, Said Aqil Siradj meminta warga nahdliyin untuk mewaspadai organisasi transinternasional yang sangat berbahaya bagi NKRI. Salah satu ciri pengikut organisasi transinternasional yaitu dengan berjanggut.
“Ciri (orangnya) yang berjanggut-janggut itu,” tegas KH Said Aqil Siradj di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (07/02). 
 
Arrahmah